Danone Indonesia Bersinergi Wujudkan Labuan Bajo Bersih

Danone Indonesia Besihkan Sampah Plastik di Labuan Bajo
Danone Indonesia Besihkan Sampah Plastik di Labuan Bajo
(Ki-Ka) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Vinsensius Jemadu, dan Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo saat membuka kegiatan Beach Clean Up sebagai bagian dari rangkaian program “Baku Bantu Bangkitkan Kembali Wisata Labuan Bajo”. Beach Clean Up di Labuan Bajo merupakan aksi nyata Danone Indonesia mendukung tujuan pemerintah untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang menerapkan prinsip CHSE. Program ini juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk mengurangi 70% sampah plastik di lautan pada tahun 2025.

ENERGIA.ID – Kabupaten Manggarai Barat menjadi salah satu kota di Nusa Tenggara Timur dengan kematian kumulatif dan zonasi risiko yang tinggi dalam kasus COVID-19.

Dalam sebulan terakhir, angka kasus COVID-19 di wilayah ini mengalami kenaikan tiga kali lipat menjadi 3.399 kasus. Namun ketersediaan vaksin sejak awal Agustus cukup minim.

Di sisi lain, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat rata-rata timbulan sampah di kota Labuan Bajo mencapai 112,4 m3/hari atau setara dengan 13 ton/hari dimana diantaranya adalah sampah plastik.

Untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai Premium Tourism Destination di Indonesia, di perlukan usaha untuk mewujudkan pengelolaan sampah plastik yang sirkular.

Danone Indonesia bekerjasama dengan Kemenparekraf, BPOLBF, dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat gencarkan percepatan vaksinasi dan pelestarian lingkungan untuk optimalkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Pada hari ini (1/9), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno meninjau secara virtual acara ‘Baku Bantu Bangkitkan Kembali Wisata Labuan Bajo’ sekaligus menandatangani prasasti “Sustainable Ware House”.

Destinasi Wisata Sentra Ekonomi Kreatif

Dalam sambutannya, Sandiaga Uno menyampaikan, destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif merupakan komponen utama dalam sektor parekraf.

Untuk itu, harus di bekali dengan aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) dan Sumber Daya Manusianya harus di perkuat dengan vaksinasi.

“Kami sangat mengapresiasi pihak swasta Danone Indonesia yang memberikan dukungan berkelanjutan dalam membantu upaya Pemulihan Ekonomi Nasional terutama pada sektor pariwisata dan UMKM Ekonomi Kreatif,” katanya.

Sinergitas pembentukan kekebalan komunal dan pengelolaan sampah yang komprehensif dan terintegrasi menjadi daya tarik lebih bagi perkembangan pariwisata di Indonesia. Serta memberikan dampak kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang turut serta berkolaborasi untuk memberikan kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi melalui bidang pariwisata dan juga lingkungan,” kata Sandiaga.

Peninjauan Destinasi Wisata Labuan Bajo

Peninjauan juga di hadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Vinsensius Jemadu, Bupati Manggarai Barat Edi Edistasius, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina dan Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo.

Program Baku Bantu Bangkitkan Kembali Wisata Labuan Bajo merupakan wujud dukungan Danone Indonesia kepada Kementerian Parekraf, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores meliputi 3 program utama.

Yaitu Beach Clean Up, Penyelenggaraan Sentra Vaksinasi bagi sekitar 4.000 masyarakat dan pelaku parekraf di Labuan Bajo dan Pembangunan Sustainable Ware House di Kampung Mbrata, Desa Macang Tanggar.

Program ini merupakan rangkaian upaya pemulihan kesehatan masyarakat dan mendukung terciptanya pariwisata Labuan Bajo yang lestari.

Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan inisiatif Sentra Vaksinasi dan Beach Clean Up di Labuan Bajo merupakan aksi nyata perusahaan.

Mendukung tujuan pemerintah untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang menerapkan prinsip CHSE.

Danone Indonesia juga membangun Sustainable Warehouse di Kampung Mbrata, Desa Mracang Tanggar sebagai ekosistem pengelolaan sampah.

Melalui penerapan ekonomi sirkular sebagai usaha untuk mendukung kelestarian dan pertumbuhan ekonomi di Labuan Bajo yang di harapkan dapat memberikan multiplier effect.

“Program ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk mengurangi 70% sampah plastik di lautan pada tahun 2025. Hal ini juga sejalan dengan visi kami “One Planet, One Health”. Di mana kami percaya bahwa kesehatan manusia dan kesehatan bumi merupakan hal yang saling berkaitan,” katanya.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina mengatakan, Labuan Bajo merupakan pintu gerbang wisata di NTT. Menjadi kewajiban bersama untuk memastikan masyarakat dan wisatawan merasa aman dan nyaman memasuki kawasan NTT.

Tiga Pilar Meningkatkan Pariwisata Indonesia

Tiga pilar yang perlu di perbaiki untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Yaitu: environmental sustainability, tourist service infrastructure, serta health and hygiene. Sampah di Labuan Bajo menjadi salah satu isu serius dalam kepariwisataan.

“Di sisi lain, upaya akselerasi vaksinasi untuk membentuk herd immunity warga di sekitar destinasi wisata perlu di optimalkan. Agar menciptakan rasa aman baik bagi wisatawan maupun warga itu sendiri,” katanya.

“Ke dua permasalahan tersebut perlu di selesaikan secara bersama-sama. Melalui inovasi serta kolaborasi untuk menunjang ekosistem pariwisata Labuan Bajo yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujarnya melanjutkan.

Sampai hari ini Labuan Bajo menjadi brand utama pariwisata. Sekaligus akan membawa persebaran wisatawan ke berbagai destinasi yang ada di Flores dan sekitarnya.

“Pemerintah terus mengisi peran pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas pendukung untuk mengubah Labuan Bajo. Tujuannya menuju kawasan wisata kelas premium dan butuh dukungan dari pemerintah pusat dan pihak swasta,” jelasnya.

Tahun Pemulihan Pariwisata Labuan Bajo

Tahun ini menjadi tahun pemulihan pariwisata Labuan Bajo. Pihaknya menargetkan pada bulan November tahun 2021, warga Manggarai Barat sudah tervaksin 100%.

“Untuk itu kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium. Sehingga setelah pandemi berakhir, wisatawan memasukkan Labuan Bajo sebagai destinasi yang wajib di kunjungi,” ujar Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Danone Indonesia melalui kemitraan dengan pemerintah, pihak swasta, rumah sakit. Serta instansi lain telah memfasilitasi 77 sentra vaksinasi di 15 kota besar di Indonesia termasuk di kawasan wisata super prioritas.

Dalam segi lingkungan, Danone Indonesia melalui AQUA telah mengumpulan 54 ton PET botol sejak 2018. Untuk meningkatkan kemampuan pengumpulan sampah plastik, Danone-AQUA bersama dengan Kole Project membangun sustainable warehouse.

Di mana fasilitas baru ini akan memiliki kapasitas untuk mengumpulkan 15 ton sampah botol plastik setiap bulannya. Fasilitas baru ini akan berlokasi di Desa Mbrata, Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo.

“Di harapkan dengan adanya sustainable warehouse atau tempat pengumpulan sampah terintegrasi ini akan mampu mengatasi timbunan sampah. Khususnya sampah plastik di wilayah Labuan Bajo,” harap Karyanto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.