Lowongan Kerja DTO Kemenkes untuk 14 Posisi, Buruan Daftar

Lowongan Kerja Digital Transformation Office Kemenkes

DTO Kemenkes

ENERGIA.ID – Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka lowongan kerja untuk 14 posisi. Kesempatan ini terbuka bagi lulusan S1 yang ahli teknologi.

“Yuk manfaatkan kesempatan ini utk bersama-sama mewujudkan Indonesia lebih sehat melalui pengembangan produk kesehatan digital terintegrasi,” tulis Kemenkes dalam pengumuman di Twitter resminya yang telah di konfirmasi, Senin (6/9/2021).

Lebih rinci dijelaskan DTO merupakan tim transformasi digital Kemenkes yang mengembangkan produk kesehatan digital terintegrasi yang fokus pada pengguna dan pengambilan kebijakan yang berbasis data.

“DTO Kemenkes memiliki 3 program utama, yaitu: Satu Data Kesehatan Berbasis Individu, Simplifikasi Layanan Kesehatan, Penguatan Ekosistem Digital Kesehatan,” jelasnya.

Setidaknya ada 14 posisi lowongan kerja yang dibuka dengan syarat dan kualifikasi masing-masing, berikut daftarnya:

1. Head of Helpdesk
2. Product Research (UX)
3. Product Designer (UI)
4. Data Engineer
5. Data Scientist
6. Data Analyst
7. BI Analyst
8. Software Engineer (Frontend)
9. Software Engineer (Backend)
10. Software Engineer (Full Stack)
11. DevOps
12. Quality Assurance
13. Head of Tribe (Head of Program)
14. Program Manager

Berminat? Pendaftaran lowongan kerja ini dibuka sampai 8 September 2021. “Kirimkan CV-mu melalui email dto@kemkes.go.id dengan subject email ‘Application for (position_name),” tutup Kemenkes.

4 Pilar Transformasi Digital Kementerian Kesehatan

Pengembangan teknologi fokus kepada pengguna
Dengan mengintegrasi sistem harus di gunakan oleh tenaga kesehatan. Kami memastikan bahwa tenaga kesehatan bisa memberikan layanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia.

Integrasi data-data kesehatan nasional
Memastikan semua data-data kesehatan nasional terintegrasi di dalam penampungan data (data warehouse) yang di kelola secara aman.

Peningkatan kapasitas teknologi
Meningkatkan kapasitas dari sumber daya manusia di bidang kesehatan untuk mengadopsi dan mengutilisasi produk-produk digital dan informasi teknologi.

Pengambilan kebijakan berbasis analisa data yang holistik
Dengan terintegrasinya data-data secara nasional pengambilan kebijakan di bidang kesehatan bisa di lakukan secara lebih akurat, prediktif, efisien, dan strategis.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.