Leonardo DiCaprio Punya Saham Mobil Listrik Buatan Polestar

Mobil Listrik Polestar Leonardo DiCaprio

Energia.id – Leonardo Wilhelm DiCaprio alias Leonardo DiCaprio adalah seorang aktor Amerika Serikat berdarah Italia-Jerman, memiliki saham di mobil listrik buatan Swedia, Polestar.

Kepemilihan saham artis yang ngetop saat membintangi Film Titanic itu terungkap setelah Polestar melakukan Go Public melalui mekanisme SPAC (Special Purpose Acquisition Company) baru-baru ini.

Dalam IPO itu Polestar merilis daftar investor yang telah lama mendukung mereka. Beberapa nama yang muncul di antaranya adalah Volvo, Geely dan Leonardo DiCaprio.

Hanya saja Polestar tidak merilis berapa jumlah saham yang dimiliki pemeran The Wolf of the Wall Street itu di Polestar.

Thomas Ingenlath, CEO Polestar di kanal YouTube Bloomberg Technology mengatakan kiprah Leonardo DiCaprio di Polestar sudah ada sejak Polestar memulai bisnis mobil listrik.

Aktor Hollywood kelahiran 11 November 1974 itu melihat Polestar memilikivisi yang samadengannya mengenai lingkungan berkelanjutan.

“Kami memiliki visi energi dan lingkungan keberlanjutan yang ternyata juga jadi hal yang sangat penting buat Leo. Jadi adalah hal yang masuk akal bagi kami ketika Leo berinvestasi ke Polestar,” ujarnya.

Setelah menjalani mekanisme SPAC, Polestar justru dianggap memiliki nilai mencapai USD20 miliar atau setara Rp284,4 triliun. Hal ini tentu jadi kejutan mengingat persaingan mobil listrik sangat ketat.

Mobil Listrik Buatan Polestar

Sementara bagi Leonardo DiCaprio memiliki perusahaan mobil listrik memang bukan hal yang baru. Leo, panggilan akrabnya memang sangat peduli pada isu lingkungan terutama energi berkelanjutan dan pencemaran lingkungan.

Selain memiliki saham di Polestar, dia juga pernah memiliki tim balap mobil listrik Formula E, Venturi. Tidak hanya melakukan perubahan di dunia otomotif, Leo juga berupaya membuat efek yang sama di industri lain seperti kuliner.

Baru-baru ini dia membeli dua perusahaan rintisan, start up, yang fokus pada pembuatan makanan dari laboratorium yakni Aleph Farms dan Mosa Meat.

Menurutnya krisis iklim yang terjadi di dunia saat ini bisa ditekan jika adanya perubahan dalam sistem makanan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.