Pemanfaatan Energi Panas Bumi untuk Indonesia

Harga Energi
pemanfaatan energi panas bumi

Energia.id – Pemanfaatan energi panas bumi untuk Indonesia akan mampu menekan emisi karbon dan kerusakan lingkungan akibat masifnya penggunaan energi fosil.

Potensi energi panas bumi Indonesia merupakan terbesar nomor urut dua di dunia. Atau sekitar 40 persen dari total sumber energi panas bumi di dunia.

Apabila pemanfaatan energi panas bumi Indonesia maksimal dan jika di konversikan dalam angka potensinya sebesar potensi mencapai 23,76 gigawatt (GW).

Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014, Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya.

Kemudian energi panas bumi secara genetik semuanya tidak dapat di pisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi. Energi panas bumi berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan.

Panas ini juga berasal dari energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi. Selain itu, sumber energi panas bumi ini di duga berasal dari beberapa fenomena.

Yaitu peluruhan elemen radioaktif di bawah permukaan bumi, panas yang dilepaskan oleh logam-logam berat karena tenggelam ke dalam pusat bumi dan efek elektromagnetik yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi.

Energi Panas Bumi bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk menghasilkan energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Pemanfaatan Energi Panas Bumi untuk PLTP

Di Indonesia ada 15 PLTP yang telah dioperasionalkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gothermal Energy (PGE).

Berdasarkan data Pertamina, 15 1wilayah kerja PLTP tersebut antara lain Gunung Sibuali-Buali – Sumut, Gunung Sibayak-Sinabung – Sumut, Sungai Penuh (Kerinci) – Jambi, Hululais – Bengkulu, Lumut Balai dan Margabayur – Sumsel, Way Panas – Lampung, Kamojang Darajat – Jabar, Karaha Cakrabuana – Jabar, Pangalengan – Jabar, Cibeureum Parabakti – Jabar, Tabanan – Bali, .Lahendong – Sulut, Gunung Lawu – Jateng, Seulawah – NAD, Kotamobagu – Sulut

Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang operasikan sendiri oleh PGE di atas adalah sebesar 672 MW.

Sesuai dengan masterplan Pertamina, pemanfaatan energi panas bumi dalam lima tahun ke depan akan meningkat tajam, ditargetkan akan naik 2 kali lipat menjadi “1.108” Megawatt (1,1 Gigawatt) pada tahun 2026.

Di samping operasional sendiri oleh PGE, Pertamina juga mengelola pemanfaatan energi panas bumi bersama mitra melalui joint operation contract dengan kapasitas terpasang sebesar 1.205 MW.

Dengan keseluruhan pengelolaan pengembangan panas bumi tersebut, diharapkan Pertamina dapat menjamin terpenuhinya energi bersih di masa depan.

Tak hanya itu, merujuk situs http://ditjenppi.menlhk.go.id/ energi alternatif ini juga bisa juga dikembangkan untuk berbagai keperluan.

Beberapa contoh pemanfaatan langsung di negeri: tercatat untuk pemandian air panas, pengeringan kopra, pengeringan teh, budidaya jamur, budidaya kentang, proses produksi gula aren, dan pengilangan minyak akar wangi (Astiri).

Dikategorikan sebagai energi ramah lingkungan, panas bumi berperan positif pada setiap sumber daya. Pada saat menjalankan proses pengembangan dan pembuatan, tenaga panas bumi sepenuhnya bebas dari emisi.

Tidak ada karbon yang digunakan untuk produksi, kemudian seluruh prosedur juga telah bebas dari sulfur yang umumnya telah dibuang dari proses lainnya yang dilakukan.

Pemanfaatan energi panas bumi memang tidak akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Oleh karenanya, efek dari pemanasan global yang disebabkan oleh emisi dari bahan-bahan minyak akan berkurang.

Dalam penggunaannya sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi tidak akan dibutuhkan bahan bakar minyak yang bisa menyebabkan polusi udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.