Pertamina Dukung Program Eduwisata Arboretum Gambut Marsawa

Arboretum Gambut Marsawa
VP CSR & SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita (tengah) melakukan penanaman bibit tumbuhan kantung semar di Arboretum Gambut Marsawa, Sei Pakning, Bengkalis, Riau. (Foto: Dok. RU II)
Arboretum Gambut Marsawa
VP CSR & SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita (tengah) melakukan penanaman bibit tumbuhan kantung semar di Arboretum Gambut Marsawa, Sei Pakning, Bengkalis, Riau. (Foto: Dok. RU II)

ENERGIA.ID – Pertamina dukung program eduwisata arboretum gambut marsawa di Kabupaten Bengkalis. Lokasi ini menjadi pusat eduwisata gambut terbesar di Provinsi Riau.

Kantong Semar atau Nephentes di kenal sebagai tumbuhan karnivora pemangsa serangga dan hewan-hewan kecil.

Tumbuhan tersebut dapat di temui di Arboretum Gambut Marsawa. Eduwisata berbasis lingkungan pusat konservasi si pemangsa serangga di Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Sadikin pengelola Arboretum Gambut Marsawa mengatakan dalam rilis di terima Energia pada 7 September 2021 menjelaskan tentang lahirnya pusat eduwisata gambut terbesar di Provinsi Riau.

Saat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sungai Pakning terjadi pada tahun 2014 -2015, terdapat lahan seluas 1.1 ha yang tidak terbakar.

“Lahan ini memiliki biodiversitas khas gambut yang beragam. Seperti meranti, mentangor, gaharu, geronggang, gelam, dan berbagai jenis kantong semar. Sehingga masyarakat tergerak untuk menjaga kelestarian ekosistem lahan ini melalui kegiatan konservasi secara mandiri,” ujar Sadikin.

Agar berkembang menjadi lokasi eduwisata, Sadikin dan warga lainnya yang sering berinteraksi dengan Pertamina Kilang Unit Produksi Sei Pakning, mengajukan keingian untuk mengembangkan fasilitas konservasi lahan gambut.

“Mimpi kami waktu mengajukan permohonan ke Pertamina agar dapat membantu mewujudkan pengembangan Arboretum Gambut, dengan fasilitas penunjang seperti saung edukasi, rumah bibit, dan musholla,” ujar pria peraih Kalpataru kategori Perintis Lingkungan, dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2020.

Gayung bersambut, hingga lahirlah Arboretum Gambut Marsawa, yang kini telah menjadi lokasi konservasi tanaman khas gambut serta pembibitan Kantong Semar.

Lokasi ini menjadi tujuan outbond Sekolah Dasar di Kecamatan Bukit Batu. Dengan materi Pendidikan Cinta Lingkungan Dini dan Pengenalan Ekosistem Gambut.

Pertamina Dukung Pengembangan Arboretum Gambut Marsawa

Arboretum Gambut Marsawa Bengkalis

Pengembangan program di Arboretum Gambut Marsawa sebagai sarana eduwisata, juga mendapat dukungan dari Pertamina, melalui program tanggung jawab sosialnya.

Arboretum Gambut akan menjadi Laboratorium bagi siswa-siswi Sekolah Dasar untuk mempelajari lebih lanjut karakteristik lahan gambut. Penanaman pohon dan cara mencegah terjadi kebakaran di lahan gambut.

“Lokasi ini juga menjadi objek penelitian skripsi, tesis, serta disertasi bagi mahasiswa yang memiliki topik penelitian terkait biodiversitas di lahan gambut,” kata Imam Rismanto, Area Manager Comrel & CSR Kilang Dumai.

VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita, menambahkan program yang di laksanakan Pertamina Kilang Unit Produksi Sei Pakning bersama masyarakat mewujudkan Arboretum Gambut sebagai implementasi dari salah satu Sustainable Development Goals (SDGs) ke-15 yakni menjaga ekosistem darat dan SDGs ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

“Praktik ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam melindungi keanekaragaman hayati. Kemudian sejalan dengan praktek ESG (Environment, Sosial, and Governance) yang menjadi komitmen perusahaan,” jelas Arya.

Di masa pandemi, Arboretum Gambut Marsawa sebagai sarana pendidikan dan penelitian keragaman hayati. Terus beradaptasi agar keberadaan Arboretum Gambut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi dan penelitian.

Awal pandemi tahun 2020, Arboretum Gambut sempat di tutup. Kemudian setelah berdiskusi bersama masyarakat di buka kembali dengan membatasi kunjungan dan menerapkan protokol Covid-19.

“Kami juga menambahkan fasilitas Marsawa Cafe. Area terbuka sebagai tempat berdiskusi yang di lengkapi dengan kantin dan sarana promosi produk masyarakat,” kata Imam.

Belum lama ini Arboretum Gambut Marsawa juga menjadi pusat kegiatan Research Grant yang di ikuti oleh mahasiswa dari kampus-kampus di provinsi Riau.

Selain menjadi lokasi penelitian, Arboretum Gambut juga menjadi sentra pembuatan pupuk kompos yang di gunakan oleh para petani Nanas lahan gambut.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.