Energi  

Cari Mitra, Pertamina Kembangkan Energi Panas Bumi

Energi Panas Bumi
Pekerja beraktivitas di area instalasi sumur Geothermal atau panas bumi milik PT Geo Dipa Energi kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (10/10). - ANTARA/Anis Efizudin

ENERGIA.ID – PT Pertamina (Persero) sedang mengembangkan energi panas bumi (geothermal) sebagai energi terbarukan. Hal ini untuk menggantikan penggunaan energi fosil.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengatakan saat ini Pertamina masih terus mencari mitra strategis (strategic partner) untuk pengembangan energi panas bumi.

Pasalnya hal ini juga masih jadi hal baru bagi perseroan.

“Kita punya potensi geothermal sangat besar, nah kita mau cari strategic partner ini supaya ada sebuah proses bisnis yang terintegrasi dan efisien, tentu juga mendapatkan sumber daya manusia yang terbaik,” kata Ahok dalam acara DBSI Spring Festival, Kamis (10/2/2022).

Pada akhir tahun lalu, perseroan melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah melakukan kerja sama dengan PT Medco Power Indonesia (MPI) untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia.

Ahok mengatakan Pertamina terus membuka peluang untuk melakukan kerja sama, merger, atau bahkan akuisisi dalam hal pengembangan energi panas bumi. Menurutnya, potensi panas bumi yang dimiliki Indonesia sangat besar.

Saat ini Pertamina sedang mengejar peningkatan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas 1-2 giga watt (GW). Sampai akhir 2021, Pertamina telah mengoperasikan PLTP dengan kapasitas 672 megawatt (MW).

“Pertamina mempunyai cita-cita, kami ingin jadi yang terbesar, kami akan memimpin di energi terbarukan yang power (pembangkit) ini, kami akan leading geothermal antara 1-2 GW kapasitasnya. Maka tentunya kami juga buka peluang untuk merger dan sebagainya dengan pihak-pihak yang ada,” tuturnya melansir detikcom.

Ahok menyadari pada dasarnya Indonesia sangat kaya akan sumber energi terbarukan mulai dari energi surya, angin, gelombang laut, biomassa, air, hingga panas bumi. Hal itu pula yang membuat pemerintah mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam melakukan transisi dari energi fosil ke berbagai jenis energi terbarukan, kata Ahok, tetap di perlukan backup energi yang memiliki kapasitas besar untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yaitu panas bumi atau PLTP. Oleh sebab itu, perseroan akan terus mendorong pengembangan energi panas bumi.

“Indonesia salah satu negara yang paling potensial untuk segala jenis energi terbarukan, punya solar (surya), hidro (air), angin, ombak dan sebagainya, tapi itu kan sebetulnya butuh backup, nah backup-nya tentu bukan dengan PLTU tapi dengan geothermal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.