Pertamina Patra Niaga Gelar Simulasi Penanganan Keadaan Darurat

Pertamina Patra Niaga Simulasi Keadaan Darurat
Sejumlah Pekerja Pertamina Patra Niaga mengikuti kegiatan Simulasi Penanganan Keadaan Darurat Level 0 yang digelar di Fuel Terminal Lahat, Sumatera Selatan pada Senin (6/9/2021). (Foto: Dok. MOR II)
Pertamina Patra Niaga Simulasi Keadaan Darurat
Sejumlah Pekerja Pertamina Patra Niaga mengikuti kegiatan Simulasi Penanganan Keadaan Darurat Level 0 yang digelar di Fuel Terminal Lahat, Sumatera Selatan pada Senin (6/9/2021). (Foto: Dok. MOR II)

ENERGIA.ID – Pertamina Patra Niaga melaksanakan kegiatan Simulasi Penanganan Keadaan Darurat Level 0 Kebakaran pada Tangki Nomor 03 dan serta aksi huru-hara (unjuk rasa) tuntutan kenaikan upah dari AMT di Fuel Terminal Lahat pada Senin 6 September 2021.

Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa Keadaan Darurat Level 0 adalah kondisi darurat yang bisa ditanggulangi oleh lokasi.

“Simulasi keadaan darurat sangat penting. Ini untuk meningkatkan kehandalan dan kesiapan sistem, sumber daya, dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat,” kata Umar.

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Manager Lahat, Heru Octavian, menerima laporan adanya insiden kebakaran dari Jr. Spv. MPS & HSSE yang disebabkan Pekerjaan Pihak ke-3 saat perbaikan tanki timbun Nomor 04 pada Senin 6 September 2021 pukul 09.12 WIB.

Pada saat bersamaan terjadi tetesan BBM Pertamax dari drain valve tanki timbun Nomor 03. Timbul percikan api yang tidak dapat di tanggulangi dengan penggunaan APAR.

Selanjutnya pukul 09.24 WIB Fuel Terminal Manager Lahat mendeklarasikan Keadaan Darurat Level 0 dan mengaktifkan Puskodal. Dan jabatan semua fungsi telah berubah.

Fuel Terminal Manager menjadi Deputi ERC, Spv RSD menjadi Incident Commander, Jr Spv RS menjadi Support Commander dan Jr Spv MPS & HSSE menjadi On Scene Commander.

Selanjutnya Deputi ERC melaporkan kejadian tersebut ke ERC (EGM Regional Sumbagsel) dan EMT di Kantor Regional Sumbagsel.

Dengan sigap OSC melalui arahan IC dengan persetujuan Deputi ERC langsung mengerahkan 4 regu Fire Brigade menuju lokasi sumber api untuk melakukan pemadaman.

Pertamina Patra Niaga Simulasi Penanganan Keadaan Darurat

Proses pemadaman terus berlangsung dengan mengerahkan 1 regu untuk memaksimalkan 1 unit Fire Foam Ground Monitor Portable. Serta 3 regu fire brigade lainnya melakukan proses penanggulangan lainnya.

(Fire fighting tangki 03 dan cooling tangki 4 dan 5 dengan terlebih dahulu memastikan water sprinkler untuk tangki 6,7 dan 8 telah di aktifkan).

Ke-5 tangki tersebut berdekatan satu dengan lainnya, serta tambahan bantuan dari TBKD (Tim Bantuan Keadaan Darurat) Damkar Kabupaten Lahat.

Dalam peristiwa tersebut, di laporkan bahwa terdapat dua korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban langsung di tangani Tim Medis OKD untuk kemudian di rujuk ke Klinik Rizky Azhari untuk penanganan lebih lanjut.

Saat yang bersamaan terjadi aksi huru-hara dari perwakilan AMT yang menuntut kenaikan gaji. Tim security melakukan pengamanan yang di bantu Polres Lahat.

2 orang perwakilan AMT di terima untuk menemui Fuel Terminal Manager dan menyampaikan aspirasi. Aspirasi di tampung, dan perwakilan AMT kembali ke massa.

Pemadaman tanki timbun 03 telah selesai, tidak di temukan lagi titik panas dan korban jiwa. Massa unjuk rasa juga membubarkan diri. Operasional Fuel Terminal kembali berjalan normal.

Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat di masa PPKM Covid-19 yang menekankan pada larangan untuk melakukan aktivitas keramaian dan menjaga jarak aman.

Pertamina telah membuat mekanisme yang efektif untuk melaksanakan keadaan darurat namun tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19 yang ada. “Dan tentunya telah mendapatkan izin dari pihak terkait, yaitu dari Tim Satgas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Lahat,” tutup Umar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.