Pertamina Patra Niaga Resmi Jadi Pendistribusi JBT dan JBKP

Pertamina Patra Niaga Resmi Jadi Pendistribusi JBT
Direktur Jenderal Migas, Tutuka Ariad menyerahkan penugasan menteri tentang PT Pertamina (Persero) ke Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dalam penyediaan dan pendistribusian isi ulang Liquefied Petroteum Gas tabung 3kg tahun 2021 di Ruang rapat Wiyarso, Gedung Ditjen Migas, Jakarta Selatan, Selasa (31/8). (Foto: Dok. Pertamina)
Pertamina Patra Niaga Resmi Jadi Penyalur JBT dan JBKP
BPH Migas menyerahkan secara resmi Perubahan Surat Keputusan Penerima Penugaskan PT Pertamina (Persero) kepada PT Pertamina Patra Niaga selaku pelaksana penugasan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu (JBT) dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) tahun 2018-2022 pada Selasa (31/8). (Foto: Arsip BPH Migas)

ENERGIA.ID – BPH Migas menyerahkan secara resmi Perubahan Surat Keputusan Penerima Penugaskan PT Pertamina (Persero) kepada PT Pertamina Patra Niaga selaku pelaksana penugasan penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu (JBT) dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) tahun 2018-2022 pada Selasa (31/8).

SK tersebut di serahkan Kepala BPH Migas Erika Retnowati kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (SH Commercial & Trading) Alfian Nasution di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan.

Erika Retnowati mengatakan, penetapan keputusan ini melalui sidang Komite BPH Migas.

“Harapan kami kepada Pertamina, meski di lakukan oleh Pertamina Patra Niaga, tetap bertanggung jawab atas komitmennya,” kata Erika.

UntukĀ  kuota solar subsidi adalah sebesar 15,58 juta kilo liter (kl). 500 ribu kl minyak tanah dan 10 juta kl premium penugasan.

Erika meminta agar badan usaha penerima penugasan dapat menyalurkan JBT dan JBKP hanya kepada konsumen yang berhak.

“Setiap tiga bulan BPH Migas melakukan evaluasi penyaluran JBT dan JBKP. Dan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar BPH Migas untuk melakukan penyesuaian penugasan dan kuota penyalur triwulan berikutnya,” imbuhnya.

Pertamina Patra Niaga Pendistribusi JBT dan JBKP

Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan, tak sedikit pihak yang khawatir terkait penyerahan seluruh pelaksanaan operasional kepada subholding Patra Niaga.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2021, di mana penyaluran BBM di lakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga menyusul restrukturisasi di tubuh Pertamina.

“Kami ucapkan terima kasih pada Ibu Kepala dan semua komite. Semua bergerak dengan cepat sigap dalam menerjemahkan Perpres 69 Tahun 2021,” jelasnya.

“Alhamdulilah SK tersebut sudah akan di serahkan pada Pertamina, dan Pertamina Patra Niaga berlaku secara hukum besok 1 September 2021,” kata Nicke.

Dia menjelaskan, Perpres di undangkan usai BUMN melaksanakan restrukturisasi, salah satunya Pertamina sebagai holding migas.

Saat ini ada enam subholding BUMN. Sehingga Pertamina perlu mengadakan perubahan dan penyesuaian terkait penugasan dari pemerintah.

“Ada kekhawatiran penugasan-penugasan yang terkait dengan hajat hidup orang banyak ini kemudian tidak berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Alhamdulillah dengan regulasi ini. Dengan Perpres Nomor 69/2021 dan juga dua Surat Keputusan dari Kepala BPH Migas. Kekhawatiran tersebut dapat kita jawab,” ujar Nicke.

Menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BPH Migas kepada PT Pertamina (Persero).

Nicke menambahkan bahwa perubahan SK dari holding menjadi subholding sebagai bentuk komitmen Pertamina untuk meningkatkan kinerja.

Kewenangan Penuh Pertamina

Pertamina Patra Niaga Resmi Jadi Pendistribusi JBT
Direktur Jenderal Migas, Tutuka Ariad menyerahkan penugasan menteri tentang PT Pertamina (Persero) ke Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dalam penyediaan dan pendistribusian isi ulang Liquefied Petroteum Gas tabung 3kg tahun 2021 di Ruang rapat Wiyarso, Gedung Ditjen Migas, Jakarta Selatan, Selasa (31/8). (Foto: Dok. Pertamina)

Sementara kepada PT Pertamina Patra Niaga, Nicke mengatakan bahwa Pertamina memberi kewenangan penuh mengatur pendistribusian JBT dan JBKP.

“Saya harap PT Pertamina Patra Niaga dapat mengemban amanah luar biasa ini. Karena ini menyangkut cita-cita besar Pertamina Group untuk mewujudkan ketahanan energi,” kata dia.

“Serta mendukung program energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dan dilaksanakan bersama-sama dengan BPH Migas serta Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN,” ucap Nicke melanjutkan.

Adapun SK Kepala BPH Migas Nomor 60/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 38/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2017 Tentang Penugasan Badan Usaha untuk Melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2022.

SK Kepala BPH Migas Nomor 61/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor 40/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2017 Tentang Penugasan PT Pertamina (Persero) Untuk Melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.