Pertamina Berhasil Kembangkan Platform Data Migas MDR-E Versi 2.1

Platform Data Migas MDR-E Versi 2.1

Platform Data Migas MDR-E Versi 2.1

ENERGIA.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Pelaksana dan Penugasan Pengelolaan dan Pemanfaatan/Pemasyarakatan Data Minyak dan Gas Bumi berhasil berkontribusi penuh di dalam penyempurnaan dan penyesuaian data migas dengan melakukan inovasi yang diterapkan dalam Aplikasi MDR-E Versi 2.1.

Soft launching aplikasi MDR-E Versi 2.1 dilaksanakan pada ajang pada acara The 45th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) (01/09).

Penghargaan di berikan Kementerian ESDM yang di wakili oleh Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM kepada Pertamina melalui PT PHE yang di wakili oleh Alpius Dwi Guntara, VP Upstream Innovation yang telah berkontribusi penuh dalam pengembangan aplikasi ini MDR-E Versi 2.1.

Aplikasi MDR-E Versi 2.1 Pertamina

MDR E 2.1 di bangun atas dasar terbitnya Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 7/2019 yang mengedepankan prinsip keterbukaan dan kemandirian pengelolaan data dan Keputusan Menteri ESDM No. 4071 K/03/SJN/2017 yang menugaskan Pertamina untuk mengelola seluruh data hasil kegiatan hulu migas di Indonesia.

Serta sejalan dengan komitmen dan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang tertuang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi 2019 (Stranas PK 2019).

Dalam sambutannya, Alpius Dwi Guntara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian ESDM yang mengakomodir kebutuhan data migas ini.

“Kami sangat berterima kasih dengan pemberian Penghargaan kepada PT PHE dalam peningkatan layanan dalam pengembangan aplikasi MDR-E 2.1,” katanya.

“Kerja sama Pusdatin Kementerian ESDM dan Pertamina melalui PHE akan selalu di kembangkan sesuai kebutuhan. Dalam pengembangan aplikasi MDR versi 2.1 ini, Kami selalu terbuka dan mempertimbangkan masukkan users/stakeholders,” ujar Alpius Dwi Guntara.

Anton Budi Prananto, Sub Koordinator Pengelolaan Data Energi Pusdatin ESDM juga menjelaskan latar belakang dari pembangunan aplikasi ini.

“Kondisi data pada saat serah terima data bisa jadi tidak lengkap/tidak sesuai misal Titik koordinat atau Titik kedalaman. Sedangkan kondisi pemanfaatan data di tuntut untuk lengkap sehingga ada gap antara kondisi data dan kondisi pemanfaatan. Meminimalisir hal tersebut, maka di perlukan adanya update dari adanya aplikasi MDR dari versi sebelumnya,” jelas Anton.

Platform Data Migas Pertamina

MDR-E 2.1 mengadopsi standar internasional terbuka. Professional Petroleum Data Model (PPDM) versi 3.9 di buat dengan menerapkan Future Concept Integrated Federated (Digital – Physical Data).

“Misal pada pengelolaan alih kelola Blok Rokan. Data digital kita kumpulkan di Pusdatin dengan data fisik masih ada di Riau,” jelas Anton.

Terdapat beberapa kelebihan dari MDR-E 2.1 antara lain kecepatan pelayanan data (download grup). Kelengkapan metadata sesuai dengan yang ada PPDM 3.9 dan peningkatan data governance dengan pengembangan masa berlaku kerahasiaan data.

“Selain itu, dalam aplikasi MDR-E 2.1 terdapat fungsi interopabilitas. Di mana memiliki kemampuan untuk melakukan integrasi, federasi dan dapat berkomunikasi dengan berbagai aplikasi. Pengolahan data migas serupa atau dari masing-masing KKKS dengan standard PPDM 3.9,’’ jelas Anton.

Agung Pribadi menambahkan, Aplikasi MDR-E 2.1 ini dapat di gunakan semua stakeholder migas dan harapannya bisa meningkatkan industri migas di Indonesia.

Kata Agung Pribadi seraya meresmikan soft launcing MDR-E 2.1. dalam ajang The 45th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) hari ini.

Energia.id merupakan situs berita terkini, berita hari ini, berita terbaru, berita energi, berita bisnis, ekonomi, finansial, investasi di Indonesia dan Internasional terkini.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *