Ratu Batu Bara Kaltim, Ini Sosok Wanita Cantik Itu

Ratu Batu Bara Kaltim

ENERGIA.ID – Ratu Batu Bara Kaltim belakangan menjadi perbincangan para kalangan pengusaha di Indonesia. Lantas siapa ratu batu bara asal Kalimantan Timur itu?

Nama panggilan Ratu Batu Bara Kaltim itu rupanya menjerumus ke sosok wanita cantik bernama Tan Paulin. Ia menjadi pengusaha batu bara di Kaltim.

Selama menjalankan usaha, perusahaan Tan Paulin sesuai sesuai prosedur. Namun tiba-tiba namanya muncul saat DPR menggelar rapat dengan pendapat dengan Menteri EDSM.

Tan Paulin namanya muncul setelah disebut-sebut oleh politikus Demokrat Muhammad Nasir saat rapat dengan pendapat antara Komisi VII DPR dengan Menteri EDSM.

Tak terima namanya disebut-sebut, Tan Paulin melalui kuasa hukumnya langsung angkat bicara kehadap publik. Ia menegaskan perusahaan sudah sesuai aturan menjalankan usahanya.

Tak terima namaya disebut-sebut, Tan Paulin yang di tuding sebagai ‘Ratu Batu Bara’ di Kaltim ini akhirnya angkat bicara, melalui Kuasa Hukumnya.

Tan Paulin membantah keras semua tuduhan miring, pandangan dan pendapat yang mengatakan bahwa pihaknya adalah pelaku bisnis batu bara yang melanggar aturan.

Tan Paulin menegaskan bahwa perusahaannya telah menjalankan usaha perdagangan batu bara secara benar, sesuai dengan semua aturan yang digariskan pemerintah.

Bahkan, ia menuding-balik pihak-pihak yang memojokkan dirinya dalam RDP tersebut, bahwa telah melakukan dugaan tindak pidana pelanggaran KUHP, karena di duga dengan sengaja melakukan pencemaran nama baik.

“Semua tuduhan miring kepada klien kami Ibu Tan Paulin adalah tidak benar. Sama sekali tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum yang sebenar-benarnya,” kata Yudistira, waktu itu.

Seperti yang di ketahui, dalam RDP pada Kamis waktu itu dengan Menteri Arifin Tasrif, Muhammad Nasir menyatakan bahwa ada ‘Ratu Batu Bara’ yang bernama Tan Paulin.

Yang mana Tan Paulin ini diklaim telah mengambil hasil tambang batu bara dan tidak melaporkannya kepada pemerintah.

Nasir juga mengatakan bahwa Tan Paulin ini menjalankan bisnis batu bara secara curang karena bisa menghasilkan produksi batu bara sebanyak 1 juta ton per bulan.

Atau artinya, ia bisa memperoleh batu bara di angka 12 juta ton dalam setahun. Oleh karena itu, Nasir meminta kepada pemerintah untuk segera menangkap orang tersebut.

Tan Paulin juga di tuding oleh Nasir menjadi biang kerok rusaknya infrastruktur di daerah Kalimantan Timur (Kaltim) dan prasarana ekspor di sekitar areal pertambangan di Kaltim.

Ikhwal itu, Yudistira bilang, semua tuduhan yang digencarkan Muhammad Nasir kepada Tan Paulin sebagai Ratu Batu Bara Kaltim tersebut sangat tidak berdasar.

“Kami merasa telah di serang dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, tidak berdasar dan sangat mencoreng nama baik klien kami Tan Paulin sebagai pengusaha batu bara,” katanya.

“Bayangkan, klien kami di sebut telah menjual batu bara curian ke luar negeri. Ini adalah tuduhan keji yang tidak benar dan sangat tidak berdasar,” terang Yudistira.

Tuduhan Miring ke Ratu Batu Bara Kaltim Pembunuhan Karakter

Atas semua tuduhan miring Ratu Batu Bara Kaltim yang ditujukan kepada Tan Paulin itu, Yudistira balik menuding pihak-pihak yang ;menyerang’ Tan Paulin di ruang rapat Komisi VII DPR RI.

Tuduhan itu miring beberapa waktu lalu telah melakukan pembunuhan karakter terhadap kliennya. “Ini sudah tidak main-main lagi. Ini telah menyerang karakter klien kami, Ibu Tan Paulin,” katanya.

Nama Ibu Tan Paulin di sebut sebagai Ratu Batu Bara Kaltim telah dicemarkan dengan tudingan-tudingan tidak berdasar seperti ini. Sangat kejam. Semua yang diucapkan Muhammad Nasir tidak mendasar.

“Tudingan itu tidak didasarkan dan tidak menyertakan dokumen-dokumen apapun sebagai bukti pendukung untuk klien kami,” katanya.

Dia mengaku telah berkonsultasi dengan beberapa pakar atas pernyataan Nasir tersebut, yang kemudian menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut secara hukum tidak dapat dibenarkan.

“Justru, pernyataan-pernyataan saudara Muhammad Nasir dapat dikategorikan sebagai adanya dugaan tindak pidana,” katanya sambil merincikan.

“Yakni pencemaran nama baik dan karena itu di duga telah melanggar Pasal 310 KUHP. Atau dapat juga dikategorikan sebagai adanya dugaan fitnah karena di duga telah melanggar Pasal 311 KUHP,” ujarnya ke CNBC.

Yudistira juga menilai bahwa, Muhammad Nasir, tidak dapat berlindung di belakang hak imunitas yang dimiliki oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

“Apakah benar bahwa anggota DPR mendapatkan hak imunitas karena pernyataannya tersebut disampaikan dalam forum RDP? Harus dicatat bahwa hak imunitas diberikan kepada anggota DPR jika memenuhi dua hal yaitu forum dan substansi,” ungkap dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.