WHO Bocorkan Prediksi Berakhirnya Pandemi Covid-19

WHO

ENERGIA.ID – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memastikan pandemi Covid-19 pasti akan berakhir.

Akan tetapi, WHO menyebut saat ini masih terlalu dini bagi masyarakat untuk bersantai dan melonggarkan kewaspadaan terhadap ancaman Covid-19.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Regional WHO untuk Eropa Dr Hans Henri P. Kluge. Menurutnya, kehadiran varian Omicron membawa dunia memasuki fase baru dalam menghadapi pandemi.

“Pandemi masih jauh dari selesai, tetapi saya berharap kita dapat mengakhiri fase darurat pada tahun 2022 dan mengatasi ancaman kesehatan lainnya yang sangat membutuhkan perhatian kita.”

“Backlogdan daftar tunggu telahmuncul, layanan kesehatan penting telah terganggu, dan rencanasertapersiapan untuk tekanan kesehatan terkait iklim dan guncangan telah ditunda di seluruhkawasan,” kata Kluge dikutip dari laman resmi WHO, Sabtu (12/2/2022).

Kluge berkata, kemunculan Omicron kini sesuai prediksi para ahli sejak awal bahwa varian tersebut memiliki efek samping yang lebih rendah dibanding varian-varian Covid-19 sebelumnya.

Karena itu, mayoritas penderita Covid-19 varian omicron tidak membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Karena sifatnya yang seperti itu, Omicron dipandang membawa harapan untuk berakhirnya pandemi Covid-19.

Akan tetapi, WHO mengingatkan bahwa saat ini kesenjangan antarnegara dalam mengakses vaksin Covid-19 masih ada. Masalah ini harus diatasi jika dunia ingin pandemi segera berakhir.

“Meskipun Omicron menawarkan harapan yang masuk akal untuk stabilisasi dan normalisasi, pekerjaan kami belum selesai.”

“Perbedaan besar dalam akses ke vaksin tetap ada. 2022 harus menjadi tahun kesetaraan vaksin di Kawasan Eropa dan sekitarnya.”

“Terlalu banyak orang yang membutuhkan vaksin tetapitidak divaksinasi. Ini membantu mendorong penularan, memperpanjang pandemi dan meningkatkan kemungkinan varian baru,” katanya.

Dari laporan mingguan yang dipublikasikan di situsnya, WHO mencatat penurunan kasus Covid-19 baru secara global.Tren positif ini terlihat dari pekan yang bermula di tanggal 31 Januari hingga 6 Februari 2022.

“Jumlah kasus mengalami penurunan sebesar 17%, jika dibanding minggu sebelumnya,” tulisWHO.

Dalam data yang sama, WHO menyebutkan kenaikan jumlah kematian baru sebesar 7%. Total ada 19 juta kasus baru dilaporkan dan 68.000 kematian.

Sementara itu, pada 6 Februari, tercatat lebih dari 392 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi sejak pandemi mewabah di akhir 2019. Jumlah kematian total warga dunia terkait Covid-19 sebanyak 5,7 juta.

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.