beritane.com
beritane.com

Kontroversi Pemakaman Barbie Hsu dengan Metode Tree Burial: Menyentuh Alam atau Tidak Menghormati Sang Artis?

Pemakaman Barbie Hsu dengan Metode Tree Burial

Keputusan keluarga Barbie Hsu untuk memilih metode tree burial (pemakaman dengan pohon) bagi abu jenazahnya menuai kontroversi di kalangan netizen.

Publik mempertanyakan apakah metode ini benar-benar ramah lingkungan serta layak untuk menghormati kepergian artis Taiwan tersebut.

Pada 8 Februari 2025, adik Barbie Hsu, Dee Hsu, mengumumkan bahwa keluarga telah memutuskan untuk memakamkan abu sang aktris dengan cara tersebut, sesuai dengan keinginan Barbie. Diharapkan, ia dapat beristirahat dengan tenang dan menyatu dengan alam.

Dalam metode tree burial, abu jenazah dimasukkan ke dalam kantong biodegradable yang kemudian dikuburkan di bawah pohon tanpa adanya batu nisan atau penanda khusus. Namun, setelah beberapa fakta mengenai metode ini terungkap, keputusan tersebut memicu reaksi keras dari publik.

Laporan ETtoday mengungkapkan bahwa meskipun konsep pemakaman ini diklaim dapat mengembalikan jenazah ke alam, sebenarnya hal tersebut lebih merupakan penghiburan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan. Para ahli menjelaskan bahwa abu jenazah yang telah dikremasi masih mengandung zat yang sulit terurai, yang dapat menghambat pertumbuhan pohon.

Dalam beberapa kasus, setelah beberapa tahun, pihak pemakaman terpaksa menggali kembali lokasi pemakaman untuk mengeluarkan abu yang telah mengeras, lalu mengkremasi ulang abu tersebut dan menyebarkannya kembali ke tanah.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa abu Barbie Hsu mungkin akan mengalami hal serupa, yang memunculkan pertanyaan apakah ia bisa beristirahat dengan damai.

Selain itu, keputusan untuk tidak menggunakan batu nisan atau penanda lainnya dalam metode ini juga menambah kontroversi.

Banyak pihak khawatir keluarga akan kesulitan menemukan lokasi pemakaman di masa depan, mengingat pohon yang digunakan dapat dipindahkan, lahan pemakaman bisa saja dikembangkan, dan abu yang terkubur bisa saja dipindahkan tanpa sepengetahuan keluarga.

Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar Barbie Hsu, mengingat ia adalah sosok yang sangat dicintai oleh publik.

Setelah berbagai fakta ini muncul, banyak penggemar yang mendesak keluarga untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Mereka merasa bahwa keputusan untuk memakamkan Barbie Hsu dengan metode tree burial tidak menghormati sang artis, terutama jika ada kemungkinan abu jenazahnya akan dikremasi ulang atau digali kembali di masa depan.

Sebelumnya, Barbie Hsu telah dikremasi di Jepang pada 3 Februari 2025, dan abu jenazahnya dibawa kembali ke Taiwan pada 5 Februari 2025 menggunakan jet pribadi oleh suaminya, Koo Jun Yup, bersama keluarga.

Pada awalnya, Dee Hsu berencana untuk menyimpan abu Barbie di rumah mereka agar bisa tetap berkomunikasi dengan sang kakak.

Namun, rencana tersebut mendapat tentangan dari tetangga di kompleks apartemen mewah mereka di Taiwan. Akibatnya, keluarga terpaksa mencari alternatif lain, yang akhirnya berujung pada keputusan untuk melakukan pemakaman dengan metode tree burial.

Hingga saat ini, keluarga Barbie Hsu belum memberikan tanggapan resmi terhadap desakan publik, meskipun tekanan dari penggemar dan media terus meningkat, mendorong keluarga untuk mempertimbangkan keputusan mereka kembali demi menghormati kepergian Barbie Hsu dengan cara yang lebih bermartabat.

Apa Itu Tree Burial?

Tree burial adalah metode pemakaman yang menggunakan guci biodegradable untuk menampung abu jenazah, yang kemudian dikuburkan di bawah pohon.

Guci tersebut terbuat dari kantong katun atau kertas yang dapat terurai dengan mudah saat pohon tumbuh. Metode ini dikenal sebagai cara yang ramah lingkungan karena meminimalkan penggunaan ruang dan energi, serta membantu menghasilkan oksigen melalui pertumbuhan pohon.

Namun, meskipun metode ini terkesan ekologis, beberapa tantangan teknis seperti masalah penguraian abu dan kesulitan menemukan lokasi pemakaman di masa depan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.

Selain guci kremasi, ada juga metode body pod, yang digunakan untuk menguburkan tubuh utuh dalam pod dan menanamnya di bawah pohon. Namun, metode ini belum banyak diterapkan.

Keduanya, baik guci kremasi maupun body pod, memerlukan penanganan khusus karena abu kremasi mengandung pH tinggi, yang memerlukan bahan tambahan untuk menetralkannya agar tidak mengganggu pertumbuhan pohon.

Sumber: Tempo

Sumber: Sindonews