beritane.com
beritane.com

Eddy Soeparno Terima Kunjungan Dubes China, Bahas Kerja Sama Energi dan Teknologi

Eddy Soeparno Terima Kunjungan Dubes China

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar China untuk Indonesia, Mr. Wang Lutong, di Gedung Nusantara III, DPR/MPR, pada Rabu (12/2/2025).

Dalam pertemuan ini, Dubes Wang menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan transisi pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Ia juga memberikan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam menciptakan ketahanan dan kemandirian energi di Indonesia.

Merespon hal tersebut, Eddy Soeparno menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki fokus utama untuk mewujudkan ketahanan di sektor energi, pangan, dan air, yang menjadi bagian integral dari upayanya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Presiden Prabowo juga mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang inklusif, dengan program-program seperti penyediaan makanan bergizi gratis, penghapusan utang bagi nelayan dan UMKM, serta pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Eddy Soeparno dikutip dari detikcom.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy juga menyampaikan penghargaan terhadap transformasi energi yang telah dilaksanakan oleh China.

Ia memuji keberhasilan China dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan secara signifikan, sekaligus mengurangi polusi udara di kota-kota besar.

Menurut Eddy, kebijakan ini bisa dijadikan referensi bagi Indonesia dalam mempercepat transisi energi ke sumber yang lebih ramah lingkungan, seperti energi matahari, angin, dan lainnya.

Eddy menambahkan, perkembangan inovasi dan teknologi di China, yang telah tercatat dengan biaya pengembangan yang efisien, sangat menginspirasi.

Ia juga menyoroti pencapaian China dalam meluncurkan teknologi AI DeepSeek, yang menawarkan keunggulan teknologi dengan biaya produksi yang terjangkau.

Ke depan, Eddy berharap kolaborasi antara Indonesia dan China dapat semakin erat, karena Indonesia bisa belajar banyak dari pengalaman China dalam mengelola transisi energi.

Selain itu, ia berharap investasi China di Indonesia dapat memacu transfer pengetahuan serta mendukung industrialisasi, yang akan berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%.

“Pertumbuhan sektor kendaraan listrik di China dan investasi mereka di Indonesia harus dimanfaatkan untuk mengubah Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai pusat produksi dan ekspor bagi industri baterai dan kendaraan listrik di masa depan,” pungkas Eddy.