beritane.com
beritane.com

SMPN 5 Bontang Jadi Pionir Sekolah Energi Berdikari, Hemat Biaya dan Kurangi Emisi Karbon

SMPN 5 Bontang Jadi Pionir Sekolah Energi Berdikari

SMPN 5 Bontang kini menjadi contoh sekolah yang mengimplementasikan penggunaan energi terbarukan dengan pemasangan panel surya berkapasitas 3,3 kWp.

Langkah ini tidak hanya mampu menghemat biaya listrik hingga Rp 6,8 juta per tahun, tetapi juga turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon sekitar 3,8 ton CO2 ekuivalen per tahun.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Sekolah Energi Berdikari yang digagas oleh PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Gas, dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian energi di sektor pendidikan sekaligus memperkenalkan pentingnya transisi menuju energi bersih.

Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, berharap SMPN 5 Bontang dapat menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain dalam mengadopsi energi baru terbarukan.

“Kami berkomitmen mendukung pendidikan berbasis energi bersih, untuk masa depan yang lebih hijau dan mandiri secara energi,” ujar Sulthani dalam keterangan resminya, Kamis (13/2/2025).

Selain pemasangan panel surya, program Sekolah Energi Berdikari juga melibatkan siswa dalam pengelolaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Para siswa yang tergabung dalam kelompok Green Warrior diberi tanggung jawab untuk mengoperasikan dan merawat sistem tersebut, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai teknologi energi terbarukan.

Program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, termasuk Upcycling Expo, diskusi, serta sesi berbagi pengetahuan tentang lingkungan dan pengelolaan energi.

Para siswa juga diberi materi mengenai pengelolaan energi baru terbarukan dan pengolahan limbah, serta program beasiswa yang ditawarkan Pertamina untuk mendukung pendidikan mereka.

Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, Pertamina juga menyerahkan berbagai bibit pohon kepada SMPN 5 Bontang, seperti Alpukat, Jeruk Manis Lokal, Mangga Dodol, Jambu Kristal, dan Durian Musang King, untuk ditanam di lingkungan sekolah.

Pjs. Manager Operation Kalimantan Area PT Pertamina Gas, Linna Iriyanti, menekankan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung transisi menuju energi berkelanjutan serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

“Kami berharap program ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi konsep energi hijau dan turut serta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Dengan hadirnya Sekolah Energi Berdikari, SMPN 5 Bontang kini menjadi pionir dalam penerapan energi terbarukan di dunia pendidikan, memberikan contoh nyata bahwa pendidikan yang mengedepankan keberlanjutan energi dapat dimulai sejak dini melalui edukasi dan partisipasi aktif siswa.