beritane.com
beritane.com

Efisiensi Anggaran IKN Tak Ganggu Proyek Infrastruktur, Turki Dukung Pembangunan IKN

Efisiensi Anggaran IKN Tak Ganggu Proyek Infrastruktur

Kepala Badan Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pengurangan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun tidak akan menghambat kelanjutan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meskipun anggaran yang tersisa kini hanya sebesar Rp 4,2 triliun, Basuki memastikan bahwa dana tersebut akan sepenuhnya dialokasikan untuk mendukung proyek infrastruktur IKN.

Penegasan ini disampaikan Basuki setelah mendampingi delegasi dari 20 negara sahabat dalam kegiatan penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis IKN, Kalimantan Timur, pada Jumat (14/2/2025).

Basuki menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran dilakukan melalui proses restrukturisasi untuk memangkas pos-pos anggaran yang tidak esensial, seperti perjalanan dinas, seminar, dan kajian-kajian baik di dalam maupun luar negeri.

“Anggaran yang dipangkas adalah ‘lemak-lemak’ dalam anggaran, sementara untuk kebutuhan utama, seperti pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya, tetap terjamin,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, pengurangan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran tanpa mengganggu proyek utama.

Dengan anggaran yang tersisa, Basuki memastikan bahwa pembangunan infrastruktur IKN, termasuk akses jalan dan berbagai fasilitas lainnya, tetap berjalan sesuai rencana.

“Walaupun anggaran awal sebesar Rp 6,3 triliun dipotong menjadi Rp 5,2 triliun, alokasi untuk infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan fasilitas penting lainnya, tetap terjaga,” tegas Basuki.

Turki Berkomitmen Dukung Pembangunan IKN

Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembangunan IKN.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (12/2/2025) di Istana Kepresidenan Bogor, Erdogan menyatakan siap melibatkan perusahaan konstruksi Turki yang berkelas dunia untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN.

“Kami siap berkontribusi dalam proyek IKN dengan melibatkan perusahaan konstruksi kami yang memiliki reputasi global,” kata Erdogan dalam pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSCC).

Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin negara menandatangani 13 perjanjian kerja sama di berbagai bidang, termasuk energi, kesehatan, pertanian, industri pertahanan, komunikasi, dan pendidikan.

Erdogan juga menyampaikan bahwa Turki dan Indonesia berencana meningkatkan perdagangan bilateral mereka hingga mencapai angka US$ 10 miliar per tahun secara seimbang.

Erdogan menekankan pentingnya memperluas kerja sama dalam sektor pertanian, industri halal, ekonomi, dan sektor lainnya.

Selain itu, ia juga berharap dapat meningkatkan hubungan antara masyarakat kedua negara, terutama dalam sektor pariwisata.

“Volume kunjungan wisatawan antara Turki dan Indonesia meningkat, namun kami percaya masih ada potensi besar untuk mengembangkan sektor ini lebih lanjut,” ujar Erdogan.

Erdogan juga menyoroti peningkatan hubungan people-to-people, terutama melalui beasiswa yang diberikan kepada pelajar Indonesia di Turki.

Ia memastikan bahwa berbagai lembaga seperti Yunus Emre Institute, Turkish Maarif Foundation, dan TIKA akan terus memperkuat hubungan budaya antar kedua negara.

Komitmen Erdogan untuk terus mendalami hubungan internasional juga tercermin dalam kesiapan Turki untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam forum-forum internasional seperti ASEAN, PBB, G20, dan OKI.