beritane.com
beritane.com

Pupuk Indonesia Ajak Petani Kuningan Terapkan Budidaya Pertanian yang Berkelanjutan

Pupuk Indonesia Ajak Petani Kuningan Terapkan Budidaya Pertanian

Energia – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak petani di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, untuk menerapkan teknik budidaya pertanian yang tepat guna meningkatkan hasil pertanian yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Tujuan utama dari ajakan ini adalah mendukung tercapainya swasembada pangan di Indonesia.

Tri Wahyudi Saleh, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, mengungkapkan, “Kami mengajak petani untuk melakukan budidaya dengan cara yang benar agar produktivitas pertanian bisa meningkat secara signifikan,” saat membuka acara Safari Makmur yang menjadi bagian dari uji coba pupuk NPK untuk padi gogo di Kabupaten Kuningan, Sabtu (10/2).

Menurut Tri Wahyudi, mengimplementasikan budidaya pertanian yang tepat tidak hanya akan meningkatkan hasil pertanian dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas penghasilan petani. Lebih dari itu, hal ini diyakini dapat turut mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional.

“Dalam program Safari Makmur ini, kami mengingatkan petani untuk tidak sembarangan menggunakan pupuk. Setiap tanah itu memiliki kebutuhan berbeda, sama seperti tubuh manusia yang membutuhkan vitamin C jika kurang sehat. Begitu pula dengan tanah,” ungkap Tri Wahyudi.

Pupuk Indonesia Hadirkan Program Makmur

Sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan budidaya yang tepat, Pupuk Indonesia menghadirkan Program Makmur, sebuah inisiatif kemitraan yang memberikan pendampingan kepada petani secara intensif.

Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah budidaya dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, didukung dengan teknologi dan informasi terkini.

Program Makmur, yang telah diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021, merupakan sebuah ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi petani dalam meningkatkan produktivitas serta mendukung pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.

Melalui program ini, Pupuk Indonesia menyediakan fasilitas Mobil Uji Tanah (MUT) untuk membantu petani mengetahui kandungan hara tanah mereka.

Dengan demikian, petani dapat memperoleh rekomendasi dosis pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman yang ditanam, memungkinkan mereka untuk berbudidaya dengan lebih efektif.

Program Makmur, yang merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk SHS (Sang Hyang Seri) sebagai produsen benih, Pupuk Indonesia, Himbara untuk modal keuangan, serta Bulog sebagai offtaker, terus berkembang sejak pertama kali diluncurkan.

Pada tahun 2025, Pupuk Indonesia menargetkan realisasi program Makmur pada lahan seluas 500 ribu hektare yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 200 ribu hektare akan diperuntukkan bagi tanaman padi, sementara sisanya akan digunakan untuk komoditas non-padi, seperti tebu, kopi, kelapa sawit, dan hortikultura.

Hingga tahun 2024, program Makmur telah mencakup lahan seluas 450 ribu hektare dan melibatkan lebih dari 200 ribu petani binaan di berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, Tri Wahyudi juga mengimbau petani untuk berhati-hati dalam membeli pupuk. Ia mengingatkan agar tidak tergiur dengan harga pupuk yang terlalu murah, karena produk pupuk palsu banyak beredar di pasar.

Salah satu contohnya adalah pupuk dengan merek dan kemasan serupa dengan produk Pupuk Indonesia yang ditemukan di lapangan, tetapi ketika diuji, tidak memenuhi standar kandungan yang seharusnya ada.

“Pupuk Indonesia memiliki komitmen untuk memproduksi pupuk yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Kami diawasi secara ketat dan tidak akan memproduksi pupuk yang tidak memenuhi standar,” tegas Tri Wahyudi.