Energia – Netflix sedang mempertimbangkan untuk mengevaluasi ulang pendekatan mereka terhadap pemeriksaan media sosial untuk bintang-bintang baru yang mereka rekrut, setelah kontroversi yang melibatkan aktris Karla Sofia Gascon dan film Emilia Perez.
Hal ini diungkapkan oleh Chief Content Officer Netflix, Bela Bajaria, dalam wawancara yang berlangsung di podcast The Town with Matthew Belloni yang disiarkan oleh Puck dan The Ringer.
Bajaria mengungkapkan bahwa pihak Netflix saat ini sedang membahas dampak yang ditimbulkan oleh media sosial terhadap citra dan keberhasilan proyek mereka.
“Kami semua sedang membicarakan hal itu,” kata Bajaria. “Apakah kami akan terus mengamati media sosial pribadi para talent kami yang tersebar di seluruh dunia, dengan jutaan pengguna setiap hari, mengingat banyaknya jumlah film dan acara TV yang kami buat serta proyek kolaboratif dengan mitra lain?” tambahnya.
Menurut Bajaria, tantangan yang dihadapi oleh industri hiburan adalah bagaimana memproses dan mengelola efek dari media sosial terhadap citra seorang bintang.
“Kami perlu menyusun rencana yang lebih praktis untuk menangani hal ini,” katanya. Meskipun begitu, ia tetap merasa bahwa kontroversi seperti yang terjadi pada Gascon benar-benar mengurangi nilai dari karya seni yang sesungguhnya berharga.
Bajaria menjelaskan bahwa sebelumnya, mengawasi media sosial para bintang merupakan sebuah tugas yang sangat sulit dan bukanlah kebijakan yang diterapkan secara umum.
Namun, skandal Gascon memaksa industri untuk mengevaluasi kembali hal ini dan mempertimbangkan apakah hal tersebut akan tetap relevan di masa depan.
“Apa yang sangat mengecewakan adalah ketika sebuah karya luar biasa yang diciptakan oleh sekumpulan orang berbakat mendapat perhatian yang lebih besar atas kontroversi yang muncul,” ujar Bajaria.
“Karya-karya ini pantas mendapatkan perhatian lebih karena kualitas dan dedikasi para pembuatnya, bukan karena drama yang mengalihkan fokus.”
Bajaria juga menyampaikan rasa kecewanya atas perubahan arah percakapan seputar film Emilia Perez, yang mestinya dihargai karena prestasinya di dunia film.
“Ini benar-benar telah mengalihkan perhatian dari hal-hal yang lebih penting. Ini sangat menyakitkan bagi banyak orang, termasuk Zoe [Saldana] dan Selena [Gomez], serta tim penghargaan kami yang telah bekerja keras untuk mempromosikan film ini,” tambahnya.
Pernyataan Bajaria tersebut mengacu pada ketegangan yang muncul ketika Karla Sofia Gascon, aktris transgender pertama yang masuk nominasi Oscar, menjadi sorotan karena komentar kontroversialnya yang muncul kembali di media sosial.
Netflix, yang mendistribusikan Emilia Perez, memutuskan untuk tidak melibatkan Gascon dalam kampanye promosi untuk Oscar 2025 setelah cuitan masa lalunya kembali menjadi viral.
Gascon, yang seharusnya terbang dari Spanyol ke Los Angeles untuk melakukan tur promosi film tersebut, akhirnya tidak diikutkan dalam kegiatan promosi lebih lanjut.
Beberapa sumber yang dekat dengan situasi tersebut mengatakan kepada Variety bahwa komunikasi antara Netflix dan Gascon dihentikan. Pihak Netflix kini hanya berkomunikasi dengan Gascon melalui perwakilan agensi United Talent Agency yang menaunginya, yaitu Jeremy Barber.
Selain itu, sumber yang sama mengungkapkan bahwa Netflix juga memutuskan untuk tidak menanggung biaya perjalanan dan akomodasi Gascon untuk keperluan promosi.
Jika Gascon tetap ingin menghadiri acara-acara penghargaan dan promosi, ia akan menanggung seluruh biaya tersebut secara pribadi, termasuk tiket pesawat dan biaya perawatan diri yang dibutuhkan untuk tampil di acara-acara tersebut.
Keputusan Netflix ini menunjukkan bagaimana media sosial telah menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam industri hiburan, baik untuk bintang baru maupun bagi perusahaan yang terlibat dalam produksi dan distribusi film.
Seiring berjalannya waktu, dapat dipastikan bahwa banyak perusahaan seperti Netflix akan terus memikirkan dampak yang bisa ditimbulkan oleh media sosial terhadap reputasi dan citra bintang mereka, serta bagaimana cara terbaik untuk mengelola hal tersebut di masa depan.
Sumber: CNN Indonesia








