beritane.com
beritane.com

Harga Toyota Yaris Cross Hybrid Alami Penurunan Berkat Diskon PPnBM

Toyota Yaris Cross Hybrid

Energia – Harga Toyota Yaris Cross Hybrid terbaru mengalami penurunan berkat penerapan diskon PPnBM 3 persen dari pemerintah.

Harga mobil hybrid di Indonesia mengalami penurunan berkat kebijakan pemerintah yang memberikan insentif diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar tiga persen.

Kebijakan ini diumumkan pada pertengahan Desember 2024 dan berlaku untuk mobil hybrid yang memenuhi syarat tertentu. Hal ini pun memengaruhi harga jual kendaraan hybrid, termasuk model Toyota Yaris Cross Hybrid.

Pada dasarnya, insentif tersebut dikeluarkan untuk mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan, seperti mobil hybrid, yang lebih efisien dan rendah emisi karbon.

Pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait insentif ini, yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025.

Dalam aturan tersebut, dijelaskan bahwa ada tiga jenis mobil hybrid yang memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif, yaitu mobil full hybrid, mild hybrid, dan plug-in hybrid.

Selain itu, pemerintah juga akan menanggung PPnBM untuk kendaraan tersebut mulai dari Januari 2025 hingga Desember 2025.

Dengan adanya insentif ini, produsen mobil hybrid di Indonesia mulai melakukan penyesuaian harga.

Toyota, sebagai salah satu produsen kendaraan hybrid, segera merespons kebijakan tersebut dengan menurunkan harga jual beberapa model mobil hybrid, termasuk Toyota Yaris Cross Hybrid. Penurunan harga ini bervariasi tergantung pada tipe dan warna kendaraan.

Untuk Toyota Yaris Cross Hybrid, harga terbaru yang tertera di laman resmi Toyota pada 13 Februari 2025 menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan, meskipun tidak terlalu besar.

Sebagai contoh, tipe Yaris Cross 1.5 S CVT TSS yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 443.127.000 kini dibanderol dengan harga Rp 436.300.000, mengalami penurunan sekitar Rp 6 juta.

Penurunan harga juga berlaku untuk tipe-tipe lainnya, dengan kisaran penurunan harga antara Rp 4 hingga Rp 6 juta.

Harga Toyota Yaris Cross Hybrid

Berikut adalah daftar harga Toyota Yaris Cross Hybrid yang berlaku per 13 Februari 2025, setelah penerapan diskon PPnBM 3%:

  • Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS: Rp 436.300.000 (turun Rp 6,827 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS (Premium Color): Rp 438.800.000 (turun Rp 4,3 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS 2 TONE: Rp 440.200.000 (turun Rp 4,4 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS 2 TONE (Premium Color): Rp 441.200.000 (turun Rp 6,297 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S GR HV CVT TSS: Rp 449.950.000 (turun Rp 4,25 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S GR HV CVT TSS (Premium Color): Rp 448.200.000 (turun Rp 4,25 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S GR HV CVT TSS 2 TONE: Rp 449.600.000 (turun Rp 4,35 juta)
  • Yaris Cross 1.5 S GR HV CVT TSS 2 TONE (Premium Color): Rp 450.700.000 (turun Rp 4,25 juta)

Sebagai perbandingan, penurunan harga pada Toyota Yaris Cross Hybrid ini memang lebih kecil jika dibandingkan dengan beberapa model hybrid lainnya, seperti Kijang Innova Zenix Hybrid.

Pada model tersebut, harga mengalami penurunan yang lebih besar, yaitu berkisar antara Rp 10 hingga Rp 13 juta. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun diskon PPnBM berlaku untuk berbagai jenis mobil hybrid, besaran penurunan harga dapat bervariasi tergantung pada model dan tipe kendaraan.

Penurunan harga Toyota Yaris Cross Hybrid ini tentu menjadi kabar baik bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang lebih terjangkau.

Dengan insentif pemerintah yang mendukung, diharapkan penggunaan kendaraan hybrid dapat semakin meningkat, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Kebijakan insentif PPnBM ini juga diharapkan bisa mendorong produsen mobil lainnya untuk menawarkan lebih banyak pilihan kendaraan dengan teknologi ramah lingkungan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target pengurangan emisi karbon.

Bagi calon pembeli, ini adalah kesempatan yang baik untuk membeli mobil hybrid dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas dan efisiensi bahan bakar.

Sumber: detikcom