Energia – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), sebagai produsen batu bara terbesar di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.
Dalam upayanya menjaga ketahanan energi domestik sekaligus mendukung ekspor batu bara Indonesia, perusahaan ini fokus pada efisiensi operasional dan inovasi ramah lingkungan.
Di tengah lonjakan permintaan energi global, BUMI berperan penting dalam memastikan pasokan energi yang stabil tanpa mengabaikan pentingnya pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Achmad Reza Widjaja, Vice President Investor Relations & Chief Economist BUMI, mengungkapkan bahwa keberlanjutan industri batu bara bisa tercapai dengan menggabungkan keunggulan operasional, inovasi, serta komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dalam keterangannya, ia menegaskan, “Batu bara akan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan global, karena bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang kehidupan masa depan yang lebih cerah bagi semua.”
Hal ini mencerminkan keyakinan BUMI bahwa meskipun ada dorongan global menuju energi baru terbarukan, batu bara tetap memainkan peran vital dalam mendukung kebutuhan energi dunia.
BUMI mencatatkan produksi batu bara sebesar 57,3 juta ton pada periode Januari hingga September 2024, menjadikannya sebagai salah satu kontributor terbesar dalam produksi batu bara nasional.
Tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi dalam negeri, tetapi produksi batu bara BUMI juga mendukung ekspor Indonesia yang memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan energi global.
Komitmen BUMI untuk Energi Berkelanjutan
Perusahaan ini menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara eksplorasi energi dan pelestarian lingkungan, serta terus menjalankan berbagai program pemulihan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan, BUMI terus mengembangkan inovasi dalam berbagai aspek operasional.
Mereka berfokus pada efisiensi dan pemanfaatan teknologi terkini untuk meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh industri batu bara.
Hal ini termasuk penggunaan teknologi yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca serta memastikan bahwa operasi batu bara tidak merusak ekosistem yang ada di sekitar wilayah tambang.
Batu bara, meskipun sedang didorong untuk digantikan dengan energi terbarukan, tetap menjadi sumber energi yang paling ekonomis jika dibandingkan dengan alternatif lainnya.
Menurut Rachmat Makkasau, Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA), batu bara masih menjadi pilihan utama dalam bauran energi nasional Indonesia. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang lebih rendah dan ketersediaan batu bara yang melimpah.
Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Energy and Mining Editor Society (E2S), Rachmat menyatakan, “Sampai saat ini, batu bara merupakan energi paling murah dibandingkan dengan yang lain. Apalagi, berbagai cara sudah dilakukan industri untuk mengurangi emisi.”
Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, yakni sekitar 35 miliar ton dengan sumber daya yang mencapai 134 miliar ton.
Dengan pemanfaatan yang optimal, batu bara nasional diperkirakan masih bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik hingga 500 tahun ke depan. Bahkan, dengan skema ekspor yang ada saat ini, pemanfaatannya bisa bertahan hingga 200 tahun.
Ini menunjukkan betapa pentingnya batu bara bagi Indonesia, baik dari segi ketahanan energi dalam negeri maupun kontribusinya terhadap perekonomian global.
Namun, penting bagi industri batu bara untuk terus berinovasi agar tetap relevan dalam era transisi energi. Salah satu langkah yang disarankan oleh Rachmat Makkasau adalah penerapan Clean Coal Process yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan emisi dari proses pembakaran batu bara.
“Jika Clean Coal Process diterapkan dan emisi bisa ditekan, bahkan dihilangkan, maka tidak ada masalah, bukan?” tegasnya. Dengan menerapkan teknologi ini, batu bara dapat terus berperan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem.
Di sisi lain, BUMI dan perusahaan-perusahaan batu bara lainnya juga berkomitmen untuk berkontribusi pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan melalui inovasi berkelanjutan.
Hal ini termasuk penggunaan teknologi efisiensi yang semakin canggih untuk mengurangi jejak karbon dan memperbaiki proses operasional mereka.
Sementara dunia bergerak menuju sumber energi yang lebih bersih, batu bara tetap menjadi bagian integral dari peta energi global.
BUMI, dengan komitmennya pada inovasi dan keberlanjutan, terus menunjukkan bahwa industri batu bara dapat berkembang dalam jangka panjang dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ke depannya, perusahaan ini akan terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan energi global sembari tetap menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung perekonomian Indonesia.
Dengan komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional, BUMI berusaha memastikan bahwa batu bara tetap menjadi sumber energi yang relevan dan berkelanjutan.
Sebagai produsen batu bara terbesar di Indonesia, perusahaan ini memiliki peran strategis dalam memastikan ketahanan energi domestik sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan energi global dengan cara yang bertanggung jawab.
Sumber: Kompas








