beritane.com
beritane.com

Kelangkaan BBM di SPBU Swasta, Shell dan BP-AKR Tanggapi Masalah Pasokan

Kelangkaan BBM di SPBU Swasta

Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta di Indonesia, termasuk milik Shell Indonesia dan BP-AKR, mengalami kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM).

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjajaran, Yayan Satyakti, mengungkapkan bahwa kekurangan pasokan yang terjadi pada SPBU Shell disebabkan oleh penutupan salah satu unit pemrosesan di Shell Energy and Chemicals Park yang terletak di Pulau Bukom, Singapura.

Yayan menjelaskan, “Shell sedang menghentikan operasional unit tersebut untuk melakukan audit setelah terdeteksi adanya kebocoran yang terkait dengan unit pemrosesan minyak yang bermasalah.”

Kebocoran ini mengakibatkan beberapa ton produk minyak sulingan, termasuk solar, terbuang bersamaan dengan pembuangan air pendingin yang digunakan dalam proses produksi.

Proses perbaikan yang sedang dilakukan ini diperkirakan akan memakan waktu yang tidak dapat dipastikan, dan kelangkaan pasokan dari Singapura bisa langsung mempengaruhi ketersediaan BBM di SPBU Shell Indonesia.

Penutupan unit pemrosesan ini pertama kali diinformasikan oleh Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) serta Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) pada 27 Desember 2024.

Shell Indonesia melalui President Director & Managing Director Mobility, Ingrid Siburian, mengonfirmasi adanya kendala dalam pengadaan dan distribusi BBM.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketersediaan produk BBM di SPBU Shell secepatnya,” ujar Ingrid, seraya menambahkan bahwa meskipun stok BBM di beberapa SPBU kosong, layanan lain seperti Shell Select dan bengkel tetap beroperasi.

Pemerintah Jelaskan Penyebab Kelangkaan BBM di SPBU Swasta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan mengenai kelangkaan BBM di SPBU swasta.

Menurut Bahlil, masalah ini lebih disebabkan oleh persoalan pengapalan pasokan minyak, di mana beberapa kapal pengangkut BBM belum tiba di Indonesia.

“Ini hanya masalah pengiriman kapal saja. Ada perusahaan-perusahaan swasta yang kapal minyaknya belum tiba,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (4/2).

Meskipun ada kendala dalam pengiriman, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkan izin impor untuk BBM sejak bulan lalu, dan karena itu, pemerintah tidak bertanggung jawab langsung atas kelangkaan yang terjadi di SPBU swasta.

BPH Migas: Kelangkaan BBM Sementara, Proses Pengadaan Sedang Berjalan

Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman, mengonfirmasi bahwa kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa SPBU swasta disebabkan oleh keterlambatan pasokan.

“Izin impor sudah diterbitkan, namun proses administrasi dan pengadaan memerlukan waktu,” jelas Saleh dikutip dari laporan Katadata.co.id, Selasa (4/2).

Saleh berharap situasi ini akan kembali normal dalam waktu dekat, dan pasokan BBM ke SPBU akan segera pulih.

Sementara itu, Presiden Direktur BP-AKR, Vanda Laura, menyatakan bahwa perusahaannya sedang berupaya memulihkan stok BBM yang kosong di beberapa jaringan SPBU.

“Mudah-mudahan pasokan akan kembali normal dalam waktu dekat,” ungkap Vanda pada Senin (3/2).

Vanda juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kelangkaan tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga ketersediaan produk di SPBU BP-AKR.

Dengan upaya yang sedang dilakukan oleh kedua perusahaan serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, diharapkan kelangkaan pasokan BBM di SPBU swasta akan segera teratasi dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.