Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa langkah efisiensi anggaran tidak akan mempengaruhi kelangsungan proyek infrastruktur energi, termasuk proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II.
Yuliot menjelaskan bahwa penghematan anggaran ini ditujukan untuk mengurangi pengeluaran kementerian dan lembaga, namun tidak berlaku pada anggaran yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur.
“Efisiensi ini tidak berpengaruh pada proyek infrastruktur energi,” jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat.
Menurut Yuliot, pembiayaan proyek infrastruktur tersebut berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang rencananya akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur energi.
Selain itu, Yuliot juga mengungkapkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan gas yang terus meningkat di wilayah Sumatera, khususnya di Batam.
Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan jaringan gas untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Jika tidak dipercepat, biaya listrik industri di daerah tersebut akan semakin tinggi, yang dapat memengaruhi daya saing nasional,” kata Yuliot.
Ia juga menambahkan bahwa upaya percepatan pembangunan jaringan gas berlaku baik di Sumatera maupun di Jawa.
Pernyataan tersebut disampaikan terkait dengan penerbitan surat dari Kementerian Keuangan bernomor S-37/MK.02/2025, yang menginstruksikan kementerian dan lembaga untuk melakukan efisiensi anggaran pada 16 pos belanja.
Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Beberapa pos yang diminta untuk dihemat antara lain alat tulis kantor (ATK), kegiatan seremonial, rapat, seminar, kajian, pelatihan, serta belanja honor dan jasa profesi.








