beritane.com
beritane.com

Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif, Program Bahan Bakar Pengganti Batu Bara oleh PLN EPI

Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bekerjasama dengan Keraton Yogyakarta dan masyarakat Gunung Kidul meluncurkan inisiatif pengembangan biomassa, yang dimulai dengan penanaman 50.000 pohon multifungsi serta peresmian rumah bibit di Desa Berdaya Energi PLN EPI, Kalurahan Karang Asem, Gunungkidul, Yogyakarta.

Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris Sudjatmiko, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata PLN dalam mendukung transisi energi.

Dengan mengembangkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif, PLN EPI berkomitmen untuk menggantikan batu bara sebagai sumber energi utama.

“Biomassa bukan hanya penting dalam meningkatkan ketahanan energi, namun juga berperan besar dalam ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat setempat,” ungkap Antonius pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/2).

Inisiatif ini mendukung upaya PLN dalam mengurangi emisi karbon melalui penerapan teknologi cofiring yang telah menghasilkan energi bersih hingga 575,4 GWh.

Sejak Februari 2023, telah dilakukan penanaman sebanyak 150.000 pohon multifungsi di daerah Sultan Ground dan Tanah Kas Desa, Kalurahan Gombang dan Karang Asem. Pohon-pohon ini terdiri dari berbagai jenis seperti Gamal, Kaliandra, Indigofera, dan Gmelina (Jati Putih).

Program biomassa ini merupakan langkah awal dari visi lebih besar untuk menciptakan ‘Green Economy Village’ yang berfokus pada pengembangan hutan tanaman energi berkelanjutan.

PLN EPI, Keraton Yogyakarta, dan masyarakat Gunungkidul telah menunjukkan bahwa melalui kolaborasi yang solid, perubahan signifikan dalam ketahanan energi, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dapat tercapai.

Selain itu, program ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lainnya. Antonius menambahkan, “Model ini telah diperkenalkan di sejumlah wilayah seperti Cilacap dan Tasikmalaya, menunjukkan bahwa energi terbarukan berbasis masyarakat bisa diterapkan di berbagai tempat.”

Pengembangan Biomassa Mengimplementasikan Prinsip ESG

Pengembangan biomassa melalui penanaman pohon multifungsi dan peresmian rumah bibit juga merupakan wujud dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta tujuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 15 yang berfokus pada perlindungan dan pengelolaan ekosistem daratan.

Program CSR Lingkungan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.

Sebanyak 50.000 pohon multifungsi ditanam di lahan seluas 15 hektar di Kalurahan Karang Asem, dengan bibit yang disediakan oleh rumah bibit yang dikelola oleh kelompok tani setempat, Asem Mulya.

Pohon-pohon yang ditanam tidak hanya berguna untuk pakan ternak, namun rantingnya juga digunakan sebagai bahan untuk cofiring biomassa di PLTU.

Rumah bibit yang diresmikan akan berfungsi sebagai pusat penyemaian dan bank bibit bagi masyarakat, memastikan bahwa program penanaman dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang dikelola oleh BUMDes setempat.

Sumber: merdeka.com