beritane.com
beritane.com

BRIN Tetap Fokus pada Tiga Sektor Utama dalam Riset Nasional

BRIN Tetap Fokus pada Tiga Sektor Utama dalam Riset Nasional

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengungkapkan bahwa prioritas riset nasional tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Riset masih difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pangan, energi, dan kemandirian kesehatan, serta pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Prioritas riset nasional saat ini sebenarnya tidak banyak berbeda dengan periode sebelumnya. Kami tetap diminta untuk fokus pada pangan, energi, dan kemandirian kesehatan,” ungkap Handoko dalam pertemuan dengan Media Indonesia di kantor BRIN, Jakarta Pusat, pada Selasa, 11 Februari 2025.

Handoko menambahkan bahwa BRIN juga mendorong riset untuk memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada komoditas yang dimiliki Indonesia, agar potensi ekonomi komoditas tersebut dapat dimaksimalkan.

“Bagaimana kita bisa menambah nilai dari komoditas-komoditas yang sudah ada agar nilai ekonominya lebih tinggi,” tambahnya.

Dalam bidang energi, Handoko menjelaskan bahwa BRIN memiliki dua fokus utama. Pertama, BRIN berupaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batubara dengan menerapkan teknologi co-firing dengan biomassa lokal. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

“Untuk sektor energi, sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan. Salah satu yang kami lakukan adalah menghijaukan PLTU Batubara dengan co-firing. Ini adalah satu-satunya cara, yaitu memanfaatkan biomassa lokal sebagai campuran,” jelasnya.

Fokus kedua adalah persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Handoko menegaskan bahwa pembangunan PLTN memerlukan persiapan jangka panjang dan tidak bisa dilakukan dengan segera.

“PLTN bukanlah sesuatu yang bisa dibangun secara mendadak. Prosesnya memerlukan waktu yang cukup lama, dan kami sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari,” pungkasnya.