Chelsea kembali menelan kekalahan dalam pertandingan Liga Primer yang berlangsung di Stadion Amex, saat mereka disingkirkan oleh Brighton dengan skor 3-0.
Kekalahan ini menjadi yang ketiga dalam empat pertandingan terakhir mereka, menambah tekanan besar pada manajer Enzo Maresca.
Salah satu sorotan utama pertandingan adalah performa gemilang Kaoru Mitoma, yang mencetak gol pembuka untuk Brighton dan memberi mereka kemenangan meyakinkan.
Meskipun Chelsea sempat berusaha bangkit, tim asuhan Maresca kesulitan menghadapi intensitas permainan Brighton, terutama setelah Yankuba Minteh menggandakan keunggulan tim tuan rumah sebelum babak pertama berakhir.
Maresca terlihat bingung di pinggir lapangan, berusaha mencari solusi saat timnya kesulitan menciptakan peluang. Gol kedua Minteh pada babak kedua semakin memupus harapan Chelsea untuk bisa bangkit, dan Brighton hampir menambah keunggulan lagi jika Mitoma dan João Pedro memanfaatkan peluang yang ada.
Chelsea bermain tanpa tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, sebuah statistik yang mengilustrasikan betapa frustrasinya penampilan mereka.
Maresca mengakui kekecewaannya atas penampilan tim, mengatakan, “Kami perlu menunjukkan lebih banyak tekad. Kami merasa sangat kasihan kepada para penggemar karena kami tidak bisa menampilkan permainan yang baik.”
Maresca sebelumnya menyatakan bahwa tersingkirnya Chelsea dari Piala FA memberikan mereka kesempatan untuk fokus pada Liga Primer, namun setelah hasil buruk ini, harapan untuk kembali ke jalur kemenangan sepertinya semakin sulit.
Bahkan, manajer Chelsea itu mengakui bahwa ini mungkin merupakan penampilan terburuk timnya sejak ia mengambil alih pada musim panas lalu.
Pada sisi lain, Brighton yang baru saja menelan kekalahan besar 7-0 dari Nottingham Forest, berhasil bangkit dengan penampilan solid.
Pelatih Brighton, Fabian Hürzeler, menekankan pentingnya kompak dan intensitas tim, yang terbukti efektif melawan Chelsea.
Gol pembuka Brighton datang dari permainan cepat yang dimulai oleh penjaga gawang Bart Verbruggen yang mengirim bola kepada Mitoma, yang dengan tenang melepaskan tembakan yang melesat ke gawang Chelsea.
Di babak kedua, Chelsea berusaha memberikan perlawanan, namun upaya mereka kurang membuahkan hasil.
Permainan mereka terganggu dengan kesalahan individu, seperti yang terjadi pada Levi Colwill yang kehilangan bola dan memungkinkan Minteh mencetak gol ketiga bagi Brighton.
Walaupun Chelsea sempat mencetak gol yang dianulir karena pelanggaran, mereka tidak mampu merespons dengan baik.
Selama pertandingan, beberapa pemain Chelsea juga mendapat perhatian dari para penggemar tuan rumah, termasuk Moisés Caicedo dan Marc Cucurella, yang mendapat sorakan keras setiap kali menyentuh bola.
Maresca juga mengubah beberapa pemainnya, termasuk menarik keluar Malo Gusto dan menggantinya dengan Reece James, namun hasilnya tetap tidak mengubah jalannya pertandingan.
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Chelsea di klasemen, dan Maresca tampaknya akan menghadapi tantangan besar untuk memotivasi timnya dengan hanya 14 pertandingan tersisa di musim ini.
Dengan tekanan yang terus meningkat, manajer asal Italia itu harus segera menemukan cara untuk memperbaiki performa tim jika ingin menjaga harapan mereka untuk finis di zona Eropa.








