Energia – Nama Ratna Sari Dewi, atau yang dikenal sebagai Dewi Soekarno, kembali mencuri perhatian publik setelah membuat keputusan yang mengejutkan.
Pada awal tahun 2025, Dewi Soekarno resmi melepas status Warga Negara Indonesia (WNI) dan menjadi Warga Negara Jepang (WNJ).
Keputusan tersebut diambil oleh Dewi Soekarno untuk mendirikan partai politik di Jepang, sebuah langkah yang membutuhkan status kewarganegaraan Jepang, sesuai dengan peraturan negara tersebut yang mengharuskan pendiri partai politik adalah warga negara Jepang.
Dewi Soekarno mengungkapkan bahwa partai yang ia dirikan, yang diberi nama Heiwa 12, bertujuan untuk mengadvokasi kesejahteraan anjing dan kucing, yang menjadi isu penting dalam masyarakat Jepang. Dewi juga mengungkapkan bahwa dirinya berencana untuk mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang pada Pemilu yang akan datang.
Ratna Sari Dewi, yang sebenarnya bernama Naoko Nemoto, adalah sosok yang memiliki perjalanan hidup yang menarik dan erat kaitannya dengan sejarah Indonesia.
Pada masa lalu, ia dikenal sebagai istri kelima Presiden Soekarno dan menjadi bagian dari lingkaran elit penguasa Indonesia.
Kisah Perjalanan Hidup Dewi Soekarno
Kisah perjalanan hidup Dewi Soekarno dimulai pada 16 Juni 1959, ketika Soekarno berkunjung ke Jepang dan bertemu dengan Naoko di Imperial Hotel, Tokyo.
Dalam pertemuan tersebut, Naoko yang saat itu baru berusia 19 tahun, menghibur Soekarno dengan kesenian tradisional Jepang, dan sejak itu, Soekarno jatuh hati kepadanya.
Setelah tiga bulan, Soekarno akhirnya mengundang Naoko untuk mengunjungi Indonesia. Pada 14 September 1959, mereka bertemu kembali di Jakarta, dan hubungan mereka semakin dekat.
Pada 3 Maret 1962, mereka melangsungkan pernikahan, yang menjadikan Naoko istri kelima Soekarno. Setelah menikah, Naoko mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi dan memeluk agama Islam.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai seorang anak perempuan, Kartika Sari Dewi, yang lahir pada 11 Maret 1967 di Tokyo.
Namun, pernikahan tersebut berakhir pada 1970 dengan perceraian. Meski begitu, Soekarno mengungkapkan bahwa ia sangat mencintai Ratna Sari Dewi dan bahkan menyatakan keinginannya agar ia dimakamkan di samping Ratna jika kelak ia meninggal. Pernyataan ini tercatat dalam buku Bung Karno: Perginya Seorang Kekasih, Suami & Kebanggaanku (1978).
Setelah perceraian, Ratna Sari Dewi melanjutkan hidupnya dengan berpindah-pindah dari negara ke negara, tinggal di Prancis, Swiss, Amerika Serikat, Indonesia, dan akhirnya menetap kembali di Jepang.
Selama hidup di luar negeri, ia dikenal dengan gaya hidup mewah yang mempesona. Sebuah laporan dari Tempo pada 15 Februari 1992 menyebutkan bahwa Dewi tinggal di apartemen-apartemen mewah, selalu tampil dengan penampilan yang memukau, serta mengenakan pakaian dan perhiasan yang selalu up to date.
Selain itu, Ratna Sari Dewi juga dikenal bergaul dengan orang-orang kaya, termasuk dengan pengusaha terkenal seperti Raja Minyak Adnan Khashoggi.
Gaya hidup mewah ini didapatkan dari bisnis konstruksi dan peralatan berat yang dijalaninya selama berada di luar negeri. Dalam perjalanan hidupnya, Dewi Sari selalu membawa putri kesayangannya, Kartika.
Ketika Kartika dewasa, ia menikah dengan Fritz Frederic, Presiden Citybank Eropa, dan mereka dikaruniai seorang anak bernama Frederik Kiran Soekarno pada 2006.
Pada tahun 2008, Dewi Soekarno memilih untuk tinggal menetap di Jepang dan jauh dari perhatian publik Indonesia.
Namun, pada awal 2025, ia membuat keputusan besar dengan melepas status WNI yang telah disandangnya selama 63 tahun.
Keputusan ini diyakini berkaitan dengan rencananya untuk memperjuangkan visi politiknya melalui partai yang didirikannya di Jepang, partai yang ia harap akan mendukung kebijakan kesejahteraan hewan.
Langkah Dewi untuk melepas status kewarganegaraan Indonesia tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat masa lalu yang erat dengan sejarah bangsa.
Namun, keputusan ini juga membuka peluang bagi Dewi untuk berkarir di kancah politik Jepang, dengan ambisi untuk mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Tinggi Parlemen Jepang.
Meskipun demikian, keputusan ini membawa berbagai spekulasi dan perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia.
Ada yang memahami langkah tersebut sebagai upaya Dewi untuk lebih terlibat dalam politik Jepang, sementara yang lain menganggapnya sebagai sebuah tindakan yang kontroversial mengingat kedekatannya dengan Presiden Soekarno.
Apapun yang terjadi, perjalanan hidup Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno masih menjadi kisah yang menarik untuk disimak, dari kehidupan pribadinya yang penuh warna hingga langkah politiknya di Jepang yang kini tengah menjadi sorotan.
Sumber: CNBC Indonesia








