Energi  

Energi Terbarukan Lewat Pembangkit Listrik

Energi Terbarukan Lewat Pembangkit Listrik

Energia.id – Energi terbarukan merupakan salah satu sumber energi yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan menyumbang kepada bauran energi nasional dan membantu usaha mitigasi dampak perubahan iklim global.

Sumber energi ini digunakan hampir di seluruh dunia yang telah memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energi strategis untuk mengantisipasi krisis energi.

Mengawali pembahasan energi terbarukan, anak usaha PT PLN, PT Energy Management Indonesia (Persero) diminta mempercepat peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) di pembangkit listrik.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, negara tercinta kita juga sangat kaya akan hasil alamnya.

Banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini untuk keperluan di masa sekarang dan masa mendatang.

Salah satu kekayaan alam yang terkubur di Indonesia adalah sumber energi. Terdapat banyak sumber energi yang terpendam di Indonesia seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan juga biomassa.

Indonesia sebagai negara yang terletak di khatulistiwa mempunyai sumber energi yang melimpah, meliputi sumber energi fosil maupun non-fosil.

Namun sampai saat ini sebagian besar energi yang dihasilkan dan digunakan berasal dari fosil yaitu sebesar 95% dari total bauran energi.

Hal ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang memperbesar porsi energi hijau.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan wajah RUPTL 2021-2030, RUPTL sebagai landasan untuk mencapai Carbon Neutral pada 2060.

EMI sendiri resmi menjadi keluarga besar PLN Grup setelah dialihkannya seluruh saham Seri B Negara perseroan ke PLN yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2021.

“EMI diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong green economy di sektor energi dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujar Zulkifli dalam rilisnya, dikutip Rabu, 6 Oktober 2021.

Energi Terbarukan Demi Efisiensi Energi

PLN menyebut, EMI sudah terlibat dalam sejumlah proyek konservasi dan efisiensi energi. Dengan total estimasi konversi energi fosil ke energi terbarukan dan ramah lingkungan sekitar 4,1 MW dengan nilai efisiensi Rp52,86 miliar.

Zulkifli menambahkan, transisi energi menuju zero carbon di 2060, merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan bangsa dalam membangun industri EBT dan menciptakan generasi yang lebih baik dari saat ini.

“Transisi energi bukan hanya dibangun berdasarkan suatu policy, tetapi harus didukung oleh inovasi EBT yang superior sehingga memungkinkan menggantikan fungsi pembangkit fosil menjadi pembangkit listrik tenaga EBT,” ujarnya.

Zulkifli menyebutkan, PLN memfokuskan dekarbonisasi energi untuk mengurangi efek gas rumah kaca pada pembangkit listrik dan sektor transportasi dengan target 117 juta ton CO2. Dengan kontribusi EMI pada dekarbonisasi PLN 3,3 juta ton CO2.

Sumber: medcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.