beritane.com
beritane.com

7 Langkah Google Indonesia Tingkatkan Keamanan Berinternet 2025

Google Indonesia Tingkatkan Keamanan Berinternet

Energia – Google Indonesia mengambil langkah proaktif dalam merayakan Bulan Keamanan Berinternet 2025, dengan berbagi berbagai inisiatif yang dirancang untuk menjaga keamanan penggunanya di dunia digital.

Dalam acara yang digelar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jakarta, Selasa (18/2/2025), Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, menjelaskan bagaimana perusahaan global ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan program edukasi untuk memastikan pengalaman berinternet yang lebih aman.

Putri Alam menegaskan bahwa Google tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam pelatihan talenta digital di Indonesia agar dapat berkontribusi pada ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan.

Langkah Google Indonesia Tingkatkan Keamanan Berinternet

Berikut adalah tujuh langkah utama yang dilakukan oleh Google Indonesia dalam menghadirkan layanan yang aman bagi penggunanya di ruang digital:

1. Mesin Pencarian yang Aman

Google dikenal dengan mesin pencariannya yang mampu memberikan hasil pencarian yang relevan dan cepat. Untuk meningkatkan keamanan, Google mengembangkan fitur Google Safe Browsing yang melindungi pengguna dari ancaman digital seperti phishing, malware, scam, dan potensi ancaman lainnya. Hingga awal 2025, fitur ini telah melindungi lebih dari 5 miliar perangkat secara otomatis dari serangan malware. Selain itu, Google juga memperkenalkan Enhanced Protection Mode di aplikasi Chrome pada 2020 yang menggunakan teknologi AI dan machine learning untuk mendeteksi situs berbahaya dan membatasi penyebarannya. Ini juga termasuk perlindungan terhadap konten judi online, di mana teknologi ini secara rutin memblokir 100 ribu situs judi online spam setiap harinya.

2. Perlindungan Terhadap Penipuan Daring (Enhanced Fraud Protection)

Google juga menghadirkan Enhanced Fraud Protection untuk para pengguna Android, yang termasuk dalam program Google Play Protect. Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari aplikasi penipuan yang menggunakan metode sideloading, di mana aplikasi dari luar Play Store dipasang tanpa melalui proses verifikasi resmi. Aplikasi penipuan ini sering kali memanipulasi korban untuk memberikan akses ke data pribadi atau akun finansial mereka. Fitur ini secara otomatis memblokir aplikasi yang mencurigakan dan meminta akses ke informasi sensitif, seperti One Time Password (OTP) via SMS. Sejak Februari 2025, fitur ini mulai resmi tersedia di Indonesia.

3. Program Digital Talent Scholarship

Google Indonesia berperan aktif dalam mengembangkan talenta digital melalui program Digital Talent Scholarship yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Selama tiga tahun terakhir, Google telah menyelenggarakan kelas pelatihan yang fokus pada topik keamanan siber, menghasilkan lebih dari 540 talenta digital yang kini tersertifikasi dan siap berkontribusi sebagai tenaga profesional di bidang keamanan siber. Program ini diharapkan dapat mengisi kekurangan tenaga ahli dalam menjaga keamanan ruang digital Indonesia.

4. Google Priority Flaggers

Google juga mengembangkan program Google Priority Flaggers, yang memungkinkan organisasi atau komunitas tertentu untuk melaporkan konten atau aplikasi yang berpotensi membahayakan pengguna atau melanggar kebijakan. Di Indonesia, Google bekerjasama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) untuk mengidentifikasi aplikasi atau konten berbahaya yang terkait dengan penipuan pinjaman online. Inisiatif ini memberikan kekuatan kepada organisasi lokal untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem digital yang aman.

5. Edukasi Mengenai Judi Online

Google Indonesia juga aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya judi online, yang semakin marak di ruang digital. Bersama dengan Gopay dan ICT Watch, Google menggelar literasi digital di 10 kota besar di Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa judi online dapat membawa dampak negatif bagi pelakunya. Melalui edukasi ini, Google berharap dapat membantu mengurangi prevalensi judi online dan menjaga keamanan serta kenyamanan di dunia maya.

6. Family Link

Sebagai bagian dari upaya mendukung keamanan keluarga, Google memperkenalkan aplikasi Family Link, yang memberikan kontrol terpusat bagi orang tua untuk mengelola aktivitas anak-anak mereka di perangkat digital. Dengan aplikasi ini, orang tua dapat mengatur persetujuan untuk pemasangan aplikasi, membatasi waktu penggunaan perangkat, serta memantau aktivitas digital anak-anak. Family Link memungkinkan orang tua untuk lebih mudah mengawasi kegiatan anak di dunia maya secara aman dan terkendali.

7. YouTube Supervised Experience

Google juga memperkenalkan fitur baru di YouTube, yaitu YouTube Supervised Experience, yang dirancang untuk memberi kontrol lebih bagi orang tua dalam mengawasi penggunaan YouTube oleh anak praremaja. Berbeda dengan YouTube Kids, fitur ini memungkinkan orang tua untuk menghubungkan akun anak-anak mereka dengan akun mereka sendiri, sehingga mereka dapat melihat data penggunaan dan aktivitas anak di platform YouTube. Fitur ini memberi kebebasan bagi remaja untuk memahami konsep privasi, namun tetap dalam pengawasan orang tua untuk memastikan penggunaan aplikasi yang aman dan bertanggung jawab.

Dengan langkah-langkah ini, Google Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan digital yang aman, mendidik talenta digital, serta menjaga ruang digital dari ancaman dan praktik berbahaya. Di tahun 2025 dan seterusnya, Google berharap dapat terus berinovasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Sumber: ANTARA