Energia – Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme bahwa dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen, sesuai dengan yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataannya pada Indonesia Economic Summit (IES) oleh Indonesian Business Council (IBC) di Jakarta, Selasa (18/2), Airlangga mengungkapkan bahwa target tersebut sangat mungkin tercapai berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan dunia usaha.
Sejarah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Airlangga mengingatkan bahwa negara pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada masa Orde Baru saat Partai Golkar berkuasa.
Pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pesat, bahkan mencapai angka yang cukup tinggi. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata berada pada angka 5 persen.
Meskipun demikian, menurut Airlangga, kondisi tersebut tidak menghalangi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kembali meraih yang lebih tinggi di masa depan.
“Indonesia pernah mencapai angka pertumbuhan ekonomi 8 persen saat Orde Baru, dan kami percaya bahwa dengan dukungan yang ada saat ini, kita bisa mencapainya lagi,” kata Airlangga dalam sambutannya.
Dukungan DPR dan Pemerintahan Prabowo-Gibran
Salah satu faktor yang mendukung optimisme tersebut adalah dukungan yang kuat dari DPR terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Airlangga menjelaskan bahwa saat ini lebih dari 80 persen anggota DPR mendukung kebijakan pemerintah.
Dukungan politik yang luas ini, menurutnya, memberikan landasan yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Selain itu, popularitas pemerintahan Prabowo-Gibran yang lebih dari 82 persen juga memberikan harapan bahwa Indonesia dapat kembali mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
“Dengan dukungan lebih dari 80 persen di parlemen dan popularitas pemerintah yang tinggi, saya pikir kita memiliki aspirasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yakni 7 hingga 8 persen,” ujar Airlangga, dikutip dari Kumparan.
Namun, ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi tidak bisa tercapai hanya dengan dukungan dari pemerintah dan DPR saja.
Dunia usaha memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pencapaian tersebut. Airlangga mengingatkan bahwa sektor swasta harus bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong perekonomian Indonesia agar tumbuh lebih pesat.
Tantangan Global dan Geopolitik
Meskipun optimistis, Airlangga juga mengingatkan bahwa Indonesia dan dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan global yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Salah satu tantangan terbesar adalah ketidakpastian dalam kebijakan geopolitik, yang melibatkan ketegangan antara Eropa dan AS, serta AS dengan China. Ketidakpastian ini turut mempengaruhi perdagangan internasional dan stabilitas ekonomi global.
Selain itu, Airlangga juga menyoroti ketegangan di Taiwan yang dapat berdampak pada ekonomi global, serta pembatasan produksi semikonduktor, yang kini menjadi sangat penting bagi keamanan dan industri perang dunia.
Semikonduktor, yang dulunya diproduksi oleh tujuh negara, kini hanya diproduksi oleh negara-negara tertentu, salah satunya adalah AS.
Hal ini terjadi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang memutuskan untuk membatasi negara-negara tertentu dari produksi semikonduktor.
“Kita juga melihat adanya pembatasan dalam produksi semikonduktor, yang kini memiliki dua fungsi utama: sebagai bagian dari keamanan global dan sebagai komponen penting dalam industri perang dunia,” kata Airlangga.
Inflasi Tinggi dan Pengaruhnya terhadap Ekonomi
Airlangga juga menyinggung permasalahan inflasi yang tinggi, terutama di AS, yang dapat berdampak pada ekonomi Indonesia.
Di bawah pemerintahan Trump, kebijakan untuk menghasilkan lebih banyak minyak bertujuan untuk mengurangi harga minyak global, namun hal ini juga memiliki dampak pada stabilitas ekonomi dunia.
“Inflasi tinggi di AS dan kebijakan energi yang diterapkan, seperti memproduksi lebih banyak minyak, merupakan faktor yang memengaruhi pasar global. Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati dalam merencanakan kebijakan ekonomi,” jelasnya.
Upaya Pemerintah untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi yang Tinggi
Meskipun menghadapi tantangan global, pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Prabowo-Gibran akan difokuskan pada upaya memperkuat sektor-sektor kunci, seperti industri manufaktur, investasi infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pemerintah juga akan terus mengoptimalkan pemanfaatan sektor digital dan teknologi, yang kini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi global.
Melalui kebijakan inklusif yang memprioritaskan pembangunan yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan dapat mengatasi ketidakpastian geopolitik dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Optimisme yang Realistis
Optimisme Airlangga Hartarto terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa mencapai 8 persen bukanlah tanpa dasar.
Dengan dukungan politik yang kuat, keterlibatan dunia usaha, serta langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapainya.
Namun, tantangan global yang ada saat ini juga harus menjadi perhatian bersama, agar Indonesia dapat menghadapi ketidakpastian dengan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di pasar global.
Dengan dukungan berbagai pihak dan langkah-langkah kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan pada masa yang akan datang.








