beritane.com
beritane.com

Patriot Energi: Kisah Para Pahlawan yang Membawa Listrik ke Pedesaan Indonesia

Patriot Energi

Pelajari kisah para Patriot Energi yang berjuang membawa listrik dan energi bersih ke pelosok Indonesia, membuka peluang dan harapan baru bagi masyarakat pedesaan.

Listrik di pelosok Indonesia bukan sekadar kebutuhan, melainkan harapan untuk hidup lebih baik.

Para “Patriot Energi” memainkan peran penting dalam mewujudkan harapan ini dengan menghadirkan listrik di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya minim akses energi.

Salah satunya adalah Ristifah, seorang wanita 29 tahun yang bergabung dalam proyek UNDP “Accelerating Clean Energy to Reduce Inequality” (ACCESS) pada 2021.

Pada 2014, Ristifah bekerja di pembangkit listrik mikrohidro di sebuah desa di Kalimantan, di mana ia menyaksikan langsung tantangan keterbatasan pasokan listrik yang berdampak pada kehidupan masyarakat setempat.

“Listrik hanya tersedia selama tiga jam sehari, dan genset diberikan untuk kebutuhan sisanya. Meski beberapa warga terbiasa, anak-anak muda sangat bergantung pada listrik yang stabil untuk perangkat mereka,” kenang Ristifah.

Keterbatasan listrik juga memengaruhi akses ke layanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan lainnya. Tanpa listrik, siswa harus belajar dengan cahaya lilin, dan akses internet pun terbatas.

Di sisi lain, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan energi bersih, dengan sekitar 30 juta orang masih belum memiliki akses listrik yang memadai.

Pemerintah berencana menghapus pembangkit listrik berbahan bakar batu bara pada 2040-2060, sementara permintaan listrik diprediksi terus meningkat.

Kisah Patriot Energi Listrik

Pada 2021, Ristifah menjadi bagian dari 23 fasilitator di Indonesia yang tergabung dalam proyek ACCESS.

Dalam program yang didanai oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) ini, ia dan rekan-rekannya menghabiskan waktu sekitar satu setengah tahun di 23 desa di seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat mengembangkan sumber daya energi bersih.

“Selama tinggal di desa-desa, kami mengadakan pertemuan dengan warga untuk menentukan tarif listrik, merekrut operator dan teknisi, serta mendukung pengelola energi terbarukan lokal,” ujar Mathilde Sari, Manajer Proyek Nasional ACCESS.

Salah satu desa yang menjadi tempat Ristifah bekerja adalah Wangkolabu di Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, desa ini sangat bergantung pada genset berbahan bakar minyak yang tidak hanya tak cukup memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga mencemari lingkungan dengan asap beracun yang berdampak buruk pada kesehatan.

Melalui proyek ACCESS, Ristifah dan para “Patriot Energi” membantu pemasangan pembangkit listrik terbarukan dengan kapasitas total 1,2 MW, yang dapat melayani sekitar 20.000 orang.

Meskipun ini hanya sebagian kecil dari kebutuhan listrik Indonesia, proyek ini memberikan harapan untuk pengembangan daerah-daerah terpencil dan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.

Verania Andria, Penasihat Senior Bidang Energi Berkelanjutan UNDP Indonesia, menyatakan, “Menyediakan listrik kepada masyarakat yang sebelumnya tanpa akses akan membuka peluang bagi mereka untuk berkembang, mengeksplorasi potensi baru, dan memperbaiki kualitas hidup.”

Ia juga menekankan pentingnya inklusivitas dalam proyek-proyek semacam ini, di mana masyarakat diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan memberikan peluang ekonomi di pedesaan.

“Para Patriot Energi ini adalah agen perubahan kami yang memandu masyarakat menuju pemanfaatan energi bersih,” ujar Chrisnawan Anditya, mantan Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM.

Bagi Ristifah, mimpi untuk melihat rumah-rumah yang bersinar dengan lampu setiap malam bukan sekadar impian.

Ia percaya elektrifikasi memberi kesempatan lebih bagi anak muda untuk belajar dan mengakses teknologi yang mendukung pendidikan mereka.

“Saya ingin melihat lebih banyak anak perempuan yang memiliki cita-cita tinggi untuk pendidikan berkat akses listrik yang lebih baik,” tutup Ristifah.

Dengan langkah kecil namun bermakna, para Patriot Energi ini membawa perubahan nyata bagi banyak desa di Indonesia, membuka peluang yang lebih baik bagi masa depan yang lebih cerah.