beritane.com
beritane.com

Profil Tommy Soeharto: Kontroversi dan Perjalanan Karier Putra Bungsu Soeharto

Profil Tommy Soeharto

Nama Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan Tommy Soeharto kembali mencuri perhatian publik.

Baru-baru ini, ia dikabarkan sedang menjalin hubungan dengan aktris legendaris era 80-an, Ida Iasha, yang semakin membuatnya menjadi sorotan.

Tommy Soeharto merupakan putra bungsu dari Presiden Indonesia ke-2, Soeharto, dan Ibu Negara Siti Hartinah.

Lahir di Jakarta pada 15 Juli 1962, Tommy tumbuh dalam keluarga yang dikenal dengan nama keluarga Cendana. Ia memiliki lima saudara kandung, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto (Sigit), Bambang Trihatmodjo (Bambang), Siti Hediati Hariyadi (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Sejak awal kariernya, Tommy Soeharto sering kali terlibat dalam berbagai kontroversi. Reputasinya yang sering dikaitkan dengan nepotisme dan korupsi serta gaya hidup mewah telah menciptakan citra yang kontroversial di mata publik.

Salah satu peristiwa besar yang mencoreng namanya adalah ketika ia dihukum 15 tahun penjara pada tahun 2002 akibat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan seorang hakim yang memvonisnya dalam kasus korupsi. Namun, Tommy dibebaskan pada tahun 2006 setelah mendapatkan remisi.

Salah satu proyek besar yang pernah digarap oleh Tommy adalah pengembangan mobil nasional Timor.

Proyek ini diluncurkan melalui perusahaan PT Timor Putra Nasional (TPN), yang bekerja sama dengan pabrikan mobil asal Korea Selatan, KIA.

Mobil Timor sempat mencuri perhatian pada era 1990-an karena harganya yang terjangkau, namun proyek ini juga menimbulkan kontroversi.

Proyek Timor dilatarbelakangi oleh Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1996 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto untuk mendorong pengembangan industri otomotif di Indonesia.

Tommy melalui PT TPN mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah, termasuk pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), yang memungkinkan harga mobil Timor lebih murah dibandingkan dengan kompetitornya.

Peluncuran pertama Timor S515 pada 8 Juli 1996 menjadi titik awal dari kesuksesan TPN yang menguasai sekitar 35,82% pangsa pasar sedan kompak di Indonesia.

Meskipun demikian, proyek ini tidak luput dari kritik, terutama terkait dengan perlakuan istimewa yang didapatkan oleh PT TPN, yang dianggap merugikan produsen mobil lain.

Bahkan, persaingan antara Tommy dan saudaranya, Bambang Trihatmodjo, yang juga berusaha mendapatkan fasilitas serupa untuk perusahaannya Bimantara, semakin memperkeruh suasana.

Namun, proyek Timor tidak bertahan lama. Krisis finansial Asia yang melanda pada 1997 memberikan dampak besar pada industri otomotif di Indonesia.

Penjualan mobil Timor pun anjlok pada tahun 1998, yang menandai berakhirnya kejayaan mobil tersebut di pasar.

Seiring waktu, Tommy Soeharto tetap menjadi sosok yang banyak dibicarakan karena kiprah dan kontroversi yang melekat pada dirinya.