Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara terpilih, Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe, menggelar kunjungan perdana ke Kantor Gubernur di Gusale Puncak, Sofifi, pada Kamis (6/2).
Dalam kesempatan tersebut, Sherly Tjoanda terlihat mengenakan dress merah dan didampingi oleh Pj. Gubernur Samsuddin A. Kadir serta Pj. Sekretaris Daerah Abubakar Abdullah.
Sherly memulai kunjungannya dengan mengunjungi ruang kerja Gubernur di lantai empat. Ia menyampaikan bahwa kedatangannya kali ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan Pj. Gubernur sebelum dilantik secara resmi. “Hanya silaturahmi saja dengan Pak Pj. Gubernur,” ungkap Sherly.
Setelah itu, Sherly melanjutkan kunjungannya ke rumah dinas Sekretaris Daerah yang terletak tidak jauh dari kantor Gubernur.
Kunjungan ini menjadi bagian dari persiapan transisi kepemimpinan menjelang pelantikan resmi Sherly Tjoanda – Sarbin Sehe sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.
Masyarakat Maluku Utara kini menantikan program dan kebijakan yang akan dibawa oleh kepemimpinan baru ini untuk membawa kemajuan bagi provinsi tersebut.
Profil Singkat Sherly Tjoanda
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara secara resmi menetapkan Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Malut terpilih untuk periode 2025-2030. Sherly Tjoanda berkomitmen untuk merangkul semua pihak tanpa membawa dendam politik.
Penetapan pasangan ini diumumkan dalam rapat pleno KPU Malut yang digelar di Sofifi pada Kamis (6/2/2025), menandai awal baru bagi kepemimpinan di Maluku Utara setelah melalui proses pemilu yang dinamis.
Dalam sambutannya, Sherly mengapresiasi KPU dan Bawaslu Malut sebagai penyelenggara pemilu serta pasangan calon yang sempat menjadi rivalnya, karena telah berkompetisi dengan semangat demokrasi yang tinggi.
“Pilkada adalah kompetisi untuk mencari pemimpin terbaik bagi rakyat. Kini, kompetisi tersebut telah selesai. Tidak ada lagi kubu-kubu, tidak ada perbedaan yang harus dipertajam,” kata Sherly.
Sherly juga menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya miliknya dan tim pendukung, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Maluku Utara, mulai dari nelayan, petani, buruh, pedagang, tenaga kesehatan, hingga generasi muda yang menginginkan perubahan nyata.
“Saya berkomitmen untuk merangkul semua pihak, mendengarkan aspirasi seluruh kelompok, dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir orang. Tidak ada dendam politik, yang ada hanya kebersamaan dan semangat gotong royong untuk membangun negeri tercinta ini,” ujar Sherly.
Sherly juga memaparkan visi pembangunan Maluku Utara yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta penciptaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.
“Maluku Utara memiliki potensi besar yang harus kita kelola dengan bijaksana dan berkelanjutan. Kita tidak hanya boleh menjadi penonton dalam pembangunan nasional, tetapi harus menjadi pemain utama dalam perekonomian Indonesia Timur,” jelas Sherly.
Di akhir pidatonya, Sherly mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara untuk bersatu dan bekerja sama. “Torang samua basodara. Mari kita bekerja bahu-membahu demi Maluku Utara yang lebih maju, lebih adil, dan lebih sejahtera,” pungkasnya.
Pelantikan resmi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih rencananya akan berlangsung pada 20 Februari 2025 di Jakarta, sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.








