beritane.com
beritane.com

Inovasi TPA Benowo Surabaya: Mengubah Sampah Menjadi Energi Listrik untuk Warga

TPA Benowo Surabaya

Sejak tahun 2015, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo di Surabaya telah mengembangkan sebuah inovasi yang mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Setiap harinya, lebih dari 1.000 ton sampah yang masuk ke TPA ini berhasil diproses dan diubah menjadi listrik untuk mengaliri lebih dari 5.800 rumah warga.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Benowo Surabaya ini merupakan salah satu proyek pengembangan energi baru terbarukan terbesar dan pertama di Indonesia.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Sumber Organik sejak tahun 2012 dalam pengelolaan sampah di kota tersebut.

“Kerjasama pertama kali dimulai pada Oktober 2012,” ungkap Deputi General Manager TPA Benowo Surabaya dikutip pada Senin (3/2/2025).

Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat, produksi sampah di Surabaya terus meningkat. Setiap hari, lebih dari 1.800 ton sampah dihasilkan dari masyarakat yang tinggal di kota ini.

“Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk sekitar 3 juta jiwa. Setiap orang menghasilkan sekitar 0,6 kilogram sampah per hari.”

“Dengan jumlah penduduk tersebut, berarti total timbunan sampah mencapai kurang lebih 1.800 ton per hari,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto.

Pemkot Surabaya pun terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. TPA Benowo sendiri menjadi solusi konkret untuk mengurangi penumpukan sampah yang ada.

Namun, jika masyarakat lebih sadar untuk memilah dan mengolah sampah sejak awal, pengelolaan sampah bisa lebih efisien.

Hal ini tidak hanya akan mengurangi anggaran yang diperlukan untuk pengelolaan sampah, tetapi juga akan berdampak positif bagi kesehatan lingkungan.